Bukan Lagi Lumbung Air: Situ Gede Riwayatmu Kini

Senin, 4 September 2023 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Wajah Situ Gede yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Tasikmalaya menjadi sorotan publik. Salah satunya dari Tatang Sutarman ketua Garuda Pusaka Nusantara (Gapura).

Pasalnya kemarau belum genap satu bulan diwilayah Tasikmalaya, namun hampir setengah dari luas Situ Gede sudah kering, hanya ilalang yang tumbuh dan rumput hijau dari mulai tengah sampai bibir Situ sebelah barat.

“Dulu sewaktu kecil situ jarang sekali kering seperti ini, bahkan pengunjung dari berbagai daerah betah menikmati keadaan alam yang luasnya hampir 47 H ini,” ungkap Tatang Sutarman, Senin (04/09/2023).

Waktu itu terangnya, kondisi Situ Gede sangat bersih dan airnya mampu memasok kebutuhan buat para petani, tetapi sekarang dampak dari kekeringan ratusan bahkan ribuan hektar sawah tidak teraliri hal ini tentunya akan berdampak pada pasokan beras di wilayah Tasikmalaya.

Ditegaskan Tatang, Situ Gede ini bukan lagi menjadi obyek wisata air saja melainkan sebagai lumbung air yang sejak lama dapat membantu kebutuhan mengairi lahan pertanian dan perikanan di beberapa wilayah kecamatan Mangkubumi dan Cihideung.

“Namun sangat di sayangkan akhir akhir ini objek wisata Situ Gede ini sering kali mengalami kekeringan dan berubah menjadi padang rumput serta semak belukar, dikarenakan pemeliharaan dan perawatan nol besar,” cetusnya.

Menurut Tatang, latar belakangnya adalah tingkat kesadaran masyarakat setempat dan pemerintahannya sama sekali tidak ada.

“Seharusnya warga masyarakat dan aparat yang berwenang bisa berkolaborasi bersama sama untuk menjaga kelestarian airnya melalui pengaturan sumber air dan debit air yang keluar dari Situ Gede,” ungkapnya.

Namun, yang paling berpengaruh terhadap kekeringan itu adalah masyarakat selalu merusak beberapa pintu air.

“Selain dampak keringan Wisata Situ Gede berpengaruh terhadap bahan pokok seperti harga beras di pasar sekarang menembus angka Rp 13500/kg , harga beras yang semakin mahal tentunya akan berdampak pada bahan komoditas lainya,” bebernya.

Jadi, Tatang beranggapan kekeringan Situ Gede ini bukan pengaruh dari musim kemarau, tetapi penyebab lainnya dari eksploitasi alam, pengerukan gunung dari atas (Galunggung – red) sampai di kota Tasikmalaya menjadi salah satu dampak terbesar kekeringan di Situ Gede ini.

“Dengan ini kami meminta kepada pemerintah kota/kabupaten dan provinsi dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) terkait perusakan alam,” pinta Tatang Toke sapaan akrabnya.

Sementara, Dayat Pemerhati Lingkungan Kota Tasikmalaya menyebut, kerusakan alam yang diakibatkan pengerukan liar agar segera melakukan penanaman pohon agar lahan tersebut menjadi serapan air.

“Kasihan anak cucu kita kelak tidak bisa menikmati keindahan alam Situ Gede dan alam lainnya hanya akan meninggalkan cerita, tuturnya.

Dayat meminta kepada pemerintah untuk menaman kembali lahan yang rusak, kemudian ditanami kembali untuk menjaga kelestarian alam.

“Kami berpikir bagaimana caranya agar sumber daya alam yang ada ini jangan sampai terkuras habis. Karena prinsip yang kami pegang adalah bahwa sumber daya alam ini merupakan titipan dari anak cucu kita,” tandasnya.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sosok Polisi Pakpak Bharat Aiptu Widodo, Donor Darah Usai Puasa demi Nyawa Pasien
Geger, Warga Malangbong Kaget Temukan Mayat Pria Misterius di Sungai Cipedes
Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan
Bupati Pemalang Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026
Alun-alun Tegal ‘Mencekam’, Simulasi Penanganan Ricuh Massa hingga Penjinakan Bom
Sidang Perdana Kematian Anak J Menguak Celah Serius: Bukti Medis Dipertanyakan
Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis
RDPU Mendadak Dibatalkan, DPRD Bartim Gelar Raker Tertutup: Aset Jalan Eks Pertamina Kian Sarat Tanda Tanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 06:47 WIB

Sosok Polisi Pakpak Bharat Aiptu Widodo, Donor Darah Usai Puasa demi Nyawa Pasien

Jumat, 24 April 2026 - 06:46 WIB

Geger, Warga Malangbong Kaget Temukan Mayat Pria Misterius di Sungai Cipedes

Kamis, 23 April 2026 - 18:15 WIB

Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Kamis, 23 April 2026 - 18:06 WIB

Bupati Pemalang Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026

Kamis, 23 April 2026 - 17:47 WIB

Alun-alun Tegal ‘Mencekam’, Simulasi Penanganan Ricuh Massa hingga Penjinakan Bom

Berita Terbaru

Berita terbaru

Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:15 WIB

Berita terbaru

Bupati Pemalang Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:06 WIB