Uang Rakyat Terbuang! Janji Tertulis PSDA Diabaikan, Relokasi PKL Situ Gede Tasikmalaya Gagal Total

Senin, 10 November 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP — Pembangunan megah di kawasan wisata Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, kini berubah menjadi potret nyata kegagalan program penataan kawasan wisata.

Bangunan baru yang dibangun dengan anggaran besar untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) justru dibiarkan kosong, sementara para pedagang masih nyaman berjualan di bantaran situ.

Ironisnya, menurut informasi yang dihimpun, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) sebenarnya sudah membuat perjanjian tertulis dengan para pedagang.

Dalam perjanjian itu, para pedagang berkomitmen akan menempati bangunan baru setelah proyek selesai. Namun, hingga kini sudah tiga bulan berlalu, janji itu tak pernah ditepati.

Bangunan yang dirancang untuk menjadi sentra kuliner dan pusat aktivitas wisata Situ Gede kini justru beralih fungsi sebagian dijadikan gudang dan sisanya dibiarkan kosong tanpa penghuni.

Pintu kios terkunci rapat, area sekitar mulai dipenuhi rumput liar, dan suasana sepi jauh dari semarak yang diharapkan.

“Sudah ada perjanjian resmi antara PSDA dengan para pedagang. Tapi sampai sekarang, mereka tidak menempati tempat itu. Ini jelas wanprestasi,” ungkap Ketua Garuda Pusaka Nusantara (GAPURA), Tatang Sutarman, dengan nada tajam, Senin 11/11/2025.

Tatang menilai pemerintah tidak boleh tinggal diam. Ia mendesak agar ada langkah tegas untuk menegakkan kesepakatan yang sudah dibuat.

“Kalau sudah ada perjanjian tapi tidak dipatuhi, pemerintah harus bertindak. Relokasi bukan sekadar himbauan, tapi kesepakatan resmi yang harus dijalankan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bagaimana proyek dengan anggaran besar ini berubah menjadi bangunan mati akibat lemahnya pengawasan dan ketegasan pemerintah.

“Jangan biarkan uang rakyat terbuang hanya karena segelintir orang tidak mau diatur. Kalau perlu, pedagang yang masih berjualan di pinggir situ ditertibkan. Pemerintah jangan ragu,” ujarnya.

Sumber internal Pemkot Tasikmalaya mengakui, bangunan tersebut merupakan bagian dari program penataan kawasan wisata Situ Gede yang didanai melalui bantuan keuangan provinsi.

Tujuannya jelas menciptakan kawasan wisata tertib, bersih, dan menarik bagi wisatawan. Namun, setelah proyek selesai, justru terjadi tarik-menarik kepentingan antara pedagang lama dan pemerintah.

Para pedagang berdalih lokasi bangunan baru sepi dan kurang strategis, sementara lokasi lama dianggap lebih menguntungkan karena berada di jalur utama pengunjung. Namun alasan itu, menurut Tatang, tidak bisa dijadikan pembenaran.

“Kalau dibiarkan, pedagang lain juga akan ikut melanggar. Padahal relokasi itu untuk kebaikan bersama. Pemerintah sudah sediakan tempat yang layak, tinggal kesadarannya saja,” katanya.

Kini publik menunggu langkah nyata dari Pemkot Tasikmalaya. Apakah bangunan senilai miliaran rupiah itu akan benar-benar difungsikan sesuai peruntukannya, atau kembali menjadi monumen baru dari kebijakan setengah hati?

Satu hal pasti jika pemerintah terus membiarkan, bukan hanya uang rakyat yang terbuang, tapi juga kepercayaan publik yang akan semakin terkikis.

Sebagai bentuk kepedulian, Garuda Pusaka Nusantara (GAPURA) menyatakan siap membuka pendaftaran gratis bagi para pedagang yang membutuhkan tempat usaha apabila bangunan tersebut tetap tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

“Daripada dibiarkan kosong, lebih baik kami fasilitasi pedagang yang sungguh-sungguh ingin berusaha dengan tertib. Silakan daftarkan diri ke Garuda Pusaka Nusantara,” tutup Tatang.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang
Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis
Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang
Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya
Kuliah Berbasis Lapangan, Mahasiswa Program Studi PKO UNIMEN Praktek Panjat Tebing di Mandu Tontonan
Rektor UNIMEN Rombak Struktur Pejabat, Bidik Performa Kampus Makin Kompetitif
Sambut Usia Perak Kota Tasikmalaya, Kecamatan Bungursari Gelar Pesta Rakyat hingga Launching Inovasi BiVaSS
Menatap Masa Depan Lewat Hidroponik, Cara Rutan Pemalang Asah Keterampilan Warga Binaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Kuliah Berbasis Lapangan, Mahasiswa Program Studi PKO UNIMEN Praktek Panjat Tebing di Mandu Tontonan

Berita Terbaru

Berita terbaru

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB