Tasikmalaya, MNP – “Ini melaporkan ada tumpukan sampah TPS liar di Cipicung samping STHG tolong di tindak lanjuti ke Dinas Lingkungan hidup ya”.
Begitulah kata kata Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan dalam akun tiktok pribadinya saat menemukan tumpukan sampah.
Namun, ucapan Wali Kota tersebut malah menuai kontroversi yang seolah olah ironis, tindakan jauh berbeda dengan Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, pria yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) ketika menemukan tumpukan sampah, selain bertindak langsung memanggil dinas juga langsung turun tangan untuk membersihkan sampah tersebut.
Menyikapi itu, Irfan Ramdani.,S.Pd salah satu tokoh pemuda sekaligus pemerhati kebijakan di Kota Tasikmalaya angkat bicara.
“Kalau melihat trend hari ini bahwa pemimpin harus memberi contoh secara langsung tentu ini adalah tamparan, KDM Adalah trendseter bisa melaporkan, memanggil dinas terkait dan mengeksekusi secara langsung,” kata Irfan.
Dirinya merasa tindakan tersebut bisa dilakukan oleh Wali Kota, ketika menemukan kejanggalan atau ada pekerjaan yang tidak beres.
“Ya, maka panggil ke lokasi langsung, jangan hanya sebatas melaporkan lalu di upload ke medsos, itu kan keliatan pencitraan,” tuturnya. Sabtu (19/04/2025).
Irfan menegaskan, akan mendukung setiap langkah Wali Kota terpilih apabila bekerja dengan cepat, apalagi berdampak positif untuk masyarakat.
Di singgung dengan kinerja Wali Kota sampai saat yang mau menjelang 100 hari kerja, Irfan pun menilai sosok Viman Alfarizi Ramadan nampak belum ada kinerja yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Salah satunya adalah penanganan bertumpuknya sampah dilokasi lokasi tertentu, mesti kita pertanyakan dinas Lingkungan Hidup, ada anggaran atau tidak untuk pengelolaan dan pengangkutan sampah.
“Kalaupun ada berapa nilai anggarannya? defisit Anggaran atau tidak benar penggunaannya? karena tumpukan sampah ada dimana mana. Namun kita juga harus mempertanyakan sejauh mana kinerja Wali Kota terpilih menjelang 100 kerjanya,” cetusnya.
Bahkan Irfan sendiri mempertanyakan dengan koordinasi dan komunikasi Wali Kota Tasikmalaya terkait dengan program program dan evaluasi.
Menjelang seratus hari kerja Wali Kota yang dipertanyakan sampai saat ini gebrakan atau manuver kinerjanya belum benar benar terlihat dan terasa oleh masyarakat.
Irfan ingin mempertanyakan dua ha, yang pertama apakah orang nomor 1 di Kota Tasikmalaya sudah pernah rapat koordinasi perihal program dan evaluasi.
Kedua, apakah Wali Kota mengetahui dan memahami kebutuhan Anggaran tiap OPD dan ini semua menjadi tanggung jawab Kepala Daerah terpilih untuk mengorkestra dinas terkait untuk bergerak cepat.
“Kalau perlu DPRD mesti memanggil Wali Kota untuk mempertanyakan kinerjanya dan program prioritasnya,” pungkasnya.
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan