Bank Emok dan Rentenir Marak di Kota Tasik, Pemerhati Publik: Ini Ancaman Sosial yang Nyata

Selasa, 8 Juli 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Praktik pinjaman ilegal seperti bank emok dan rentenir terus menjamur di sejumlah wilayah Kota Tasikmalaya.

Dengan menawarkan pinjaman tunai cepat tanpa agunan, para pelaku justru membebani warga dengan bunga tinggi dan sistem penagihan yang meresahkan.

Warga yang menjadi sasaran mayoritas adalah ibu rumah tangga dengan kebutuhan mendesak, seperti biaya sekolah, kesehatan, atau kebutuhan dapur.

Pinjaman yang diberikan biasanya hanya berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp2 juta, namun dengan sistem cicilan mingguan dan bunga berkali lipat.

Penagihan dilakukan secara rutin bahkan terang-terangan di lingkungan pemukiman. Tak sedikit warga yang merasa tertekan secara psikologis, terlebih jika tidak mampu membayar tepat waktu.

Dalam beberapa kasus, keterlambatan satu kali pembayaran langsung berbuntut pada denda dan perlakuan tak mengenakkan dari penagih.

Menanggapi maraknya fenomena tersebut, pemerhati publik dan aktivis sosial Tasikmalaya, Dwi Heru menyebut bahwa praktik bank emok dan rentenir merupakan “bom waktu sosial” yang bisa memicu konflik di tengah masyarakat.

“Kalau dibiarkan, ini bukan hanya soal utang-piutang. Ini bisa merusak tatanan sosial, keharmonisan keluarga, bahkan memicu kekerasan rumah tangga karena tekanan ekonomi,” kata Heru selasa 06/07/2025

Ia juga menyoroti lemahnya peran pemerintah dalam memberikan akses keuangan mikro yang legal dan terjangkau.

Menurutnya, ketidakhadiran koperasi sehat dan lembaga keuangan resmi di level bawah menjadi celah subur bagi rentenir untuk masuk dan berkembang.

“Harus ada intervensi. Jangan sampai masyarakat kecil selalu jadi korban sistem yang tidak peduli. Edukasi keuangan juga harus digencarkan, bukan cuma penertiban,” tegasnya.

Hingga kini, belum ada penindakan tegas terhadap praktik-praktik ini. Para pelaku bank emok bahkan bebas beroperasi lintas kelurahan tanpa hambatan.

Warga pun berharap ada perhatian serius dari pemerintah kota dan pihak berwenang sebelum dampaknya semakin luas dan sulit dikendalikan.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Kuala Cenaku Dorong Warga Budidayakan Timun, Perkuat Ketahanan Pangan
Warmindo Naik Kelas Jadi Ruang Musyawarah, Warga Bojongbata Bongkar Persoalan Kabel dan LPMK
Kecewa Janji Rp650 Juta Tak Terealisasi, Pemilik Lahan Tutup Akses Jalan SMAN 11 Kota Tasikmalaya
Bupati Tasikmalaya Dorong Optimalisasi PAD Berbasis Digital, Integrasi Data Jadi Kunci Peningkatan Pendapatan Daerah
Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Dua Napiter Lapas Kendal Ucapkan Ikrar Setia NKRI
Alamat PKBM Bandar Yaman Dipersoalkan, Data Dapodik dan Pengelolaan BOSP Jadi Sorotan
Residivis Penggelapan Motor Kembali Beraksi, Polsek Candipuro Tangkap Pelaku di Lampung Timur
Modus Mobil Modifikasi, Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 40,26 Kg Sabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Bhabinkamtibmas Kuala Cenaku Dorong Warga Budidayakan Timun, Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 5 November 2026 - 18:14 WIB

Warmindo Naik Kelas Jadi Ruang Musyawarah, Warga Bojongbata Bongkar Persoalan Kabel dan LPMK

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Kecewa Janji Rp650 Juta Tak Terealisasi, Pemilik Lahan Tutup Akses Jalan SMAN 11 Kota Tasikmalaya

Kamis, 5 November 2026 - 15:17 WIB

Bupati Tasikmalaya Dorong Optimalisasi PAD Berbasis Digital, Integrasi Data Jadi Kunci Peningkatan Pendapatan Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 12:44 WIB

Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Dua Napiter Lapas Kendal Ucapkan Ikrar Setia NKRI

Berita Terbaru