Tasikmalaya, MNP – Penting sekali berbicara penduduk Indonesia dengan jumlah kurang-lebih 280 juta penduduk, Indonesia no 5 setalah Vietnam, India, Amerika.
Persoalan kesehatan menjadi tolak ukur bangsa atau negara karena dilihat dari tiga aspek yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Daya Beli Masyarakat.
Ketiga aspek tersebut menjadi tolak ukur termasuk negara maju, berkembang, Maju, atau miskin. Namun, isu stunting menjadi dominan di Indonesia kurang lebih 30% kasus di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait hal tersebut Drs. Acep Adang Ruhimat, M.Si. DPR RI Komisi IX berkolaborasi dengan BKKBN Pusat menggelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja, Gedung Serbaguna Cikiara, Kel. Panglayungan, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa (30/01/2024).
Menurut Acep Adang Ruhimat, di seluruh Indonesia, kasus stunting masih 30%, sementara di tahun 2024 targetnya 14% sehingga di genjot di semua berbagai kegiatan yg dilaksanakan dari BKKBN pusat provinsi dan kabupaten.
“BKKBN sedari dulu menyarankan bahwa 2 anak cukup, supaya jangan kerepotan mengurus anak yang dilahirkan agar sehat lahir,” ungkapnya.
Asep Adang Ruhimat menjelaskan, di minggu ini ada 20 titik sosialisasi yang akan dilaksanakan BKKBN bersama instansi dan untuk di Tasikmalaya hanya ada 6 titik.
“Kasus stunting yang paling tinggi adalah kabupaten Garut dan kabupaten Tasikmalaya. Intinya kita harus tahu cara merawat ibu dan anak. Selain itu juga merawat lingkungan,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Suslia









Tinggalkan Balasan