Audiensi ke DPRD, Exponen 96: Cabut Stigma Kota Tasikmalaya Intoleran

Selasa, 26 September 2023 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Exponen 96 menggelar audensi kepada DPRD kota Tasikmalaya terkait pembatalan konser musik di wilayah kota Tasikmalaya oleh Al Mumtaz di ruang rapat paripurna Selasa (26/9/2023).

Berawal dari kejadian kemarin persoalan yang menjadi boomerang bagi seluruh masyarakat Tasikmalaya, terutama bagi kaum pesantren yang menjadi ikon Kota Tasikmalaya.

Hal itu dikatakan H Mimih sebagai ketua Exponen 96 ketika di temui awak media seusai melakukan audensi kepada DPRD kota Tasikmalaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirinya menyebut, bahwa Tasikmalaya gitu kan sebagai icon, Allah memberikan barokah dengan karomah, “ini dihancurkan dengan persoalan yang remeh remeh dan sepele seperti ini,” bebernya.

Menurut H Mimih, baginya sebagai kaum pesantren sangat dirugikan sekali dengan cap intoleransi ini.

“Tasikmalaya adalah bagian negara Republik Indonesia bukan sempadan republik Indonesia, bahwa Tasikmalaya adalah merupakan penyempurna bagi republik Indonesia,” tegasnya.

Pihaknya menyebut bahwa prediksi tahun 2035 besok adalah Indonesia akan menjadi syi’ar budaya internasional, Kamus Internasional dan Kamus Internasional itu adanya di Tasikmalaya.

H Mimih mengatakan, pihaknya lagi berpenetrasi semua pesantren lagi berbenah diri dan itu ini segala macam, bahwa di pesantren sudah jelas punya pakem yang namanya hubul waton minal iman toleransi adalah bagian dari kehidupan.

“Syariah bagian dalam dari kehidupan diri dengan tuhan dalam kontek bernegara semuanya menyerahkan kepada negara dan hari ini di rusak dengan hal hal yang sepele seperti ini,” ungkap H Mimih.

Menurutnya, hal seperti inilah yang harus dipertanggung jawabkan oleh para pemangku tata kelola Tasikmalaya. Jangan sampai Tasikmalaya di sebut sempalan negara republik Indonesia, Tasikmalaya adalah sebagian dari negara Indonesia.

“Kemudian untuk para pemangku kebijakan Pemerintah kota dan DPRD diberikan waktu satu Minggu untuk mencabut cap kota Tasikmalaya sebagai kota intoleransi,” tandasnya.

Loading

Penulis : Sus

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Berita Terbaru