Apatisme Pejabat Terkait, Luapan Sungai Citanduy Resahkan Warga

Kamis, 23 Maret 2023 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Curah hujan yang meningkat di bulan suci Ramadhan 1444 H menghujam kota Tasikmalaya.

Akibatnya, debit air sungai Citanduy naik meluap dan itu menimbulkan keresahan bagi warga yang berada di sekitar wilayah bantaran sungai.

Sebagai wujud rasa kepedulian terhadap lingkungan, Yayasan Padi (Peradaban Demokrasi Indonesia) menggelar aksi damai dengan memasang beberapa sepanduk di tempat strategis di kota Tasikmalaya.

Iwan Restiawan Ketua Umum Yayasan Padi mengatakan, daerah yang sering dilanda banjir jika curah hujan meninggi salah satunya jalur simpang lima yang masuk kategori sungai Citanduy.

Menurut Iwan, pihak procit BBWS sudah bertahun tahun tidak pernah datang untuk menanggulangi banjir tersebut.

Dia menyebut, yang paling fatal urusan maslah sempadan yang dipersempit di pakai bangunan oleh salah satu oknum masyarakat dan dipakai usaha pribadi.

“Itu nempel tidak ada jarak antara bangunan dengan Citanduy, padahal itu dikasih ruang untuk sempadan antar 3 sampai dengan 5 meter untuk sempadan,” ucapnya, Kamis (23/03).

Yayasan Padi sendiri sudah merasa bosan dengan sering melapor ke dinas atau intansi terkait, bahkan masyarakat juga ormas yang lain sudah melaporkan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali.

“Artinya begini, apakah Tasikmalaya sangat mungkin atau tidak ketika Gubernur tidak tahu urusan ini, sehingga yang dibawah seperti dinas PUPR, Dinas Pengairan PSDA Provinsi seolah olah tidak ada teguran sama sekali,” kata Iwan.

Lantaran itu, para oknum merasa leluasa melakukan pelanggaran dengan memperkosa sungai yang ada di Citanduy, maksudnya bantaran kali.

“Yayasan Padi akan terus melakukan aksi protes kalau situasinya masih seperti itu dan pihak Padi akan pasang 20 spanduk maksimal sampai besok,” tandasnya. (Lex)

Loading

Berita Terkait

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam
Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya
Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan
Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya
Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional
Semarak HUT ke-25 Kota Tasikmalaya: Kecamatan Kawalu Kobarkan Semangat Warga dan Gotong Royong
Kurang dari 24 Jam, Polres Bogor Berhasil Bekuk Pelaku Pembacokan Bobotoh
Tiga Isu Dugaan Korupsi DLH, CSR Bank Sulselbar dan Sumur Bor, MNP Tantang Kejari Enrekang Buka Suara: Ada atau Tidak Ada?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional

Berita Terbaru