Antrean Mengular, Warga Protes! Marak Praktik ‘Ngangsu’ BBM Subsidi di SPBU Pemalang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNPAntrean sepeda motor bertangki modifikasi di SPBU Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang Kota mengular.

Kondisi tersebut memicu keluhan dari para konsumen BBM lain yang merasa terganggu akibat durasi pengisian yang memakan waktu lama.

Kendaraan tersebut diduga kuat melakukan praktik NGANGSU secara berulang demi meraup keuntungan pribadi dari BBM bersubsidi.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa sepeda motor tampak bolak-balik mengisi BBM jenis Pertalite sejak pagi hari pukul 05.15 Wib di lokasi tersebut.

Motor-motor itu telah dimodifikasi pada bagian bagasi dan tangki sehingga mampu menampung puluhan liter dalam sekali pengisian.

Kondisi ini membuat pembeli umum harus mengantre lebih lama. Salah satu pengendara motor, Nono (50), mengaku kecewa dengan lambatnya antrean yang disebabkan oleh oknum-oknum tersebut.

“Mereka isi penuh, pergi, lalu balik lagi pakai motor yang sama atau berganti plat nomor. Kami yang mau berangkat kerja jadi terhambat karena harus menunggu lama di belakang mereka,” ujarnya dongkol ,pada Rabu (26/8).

Praktik ini dikeluhkan karena membuat jatah BBM subsidi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan menjadi cepat habis.

Warga menduga ada pembiaran atau modus operandi tertentu yang dimanfaatkan oknum pelangsir untuk menimbun BBM sebelum dijual kembali secara eceran dengan harga lebih tinggi.

Semetara itu petugas SPBU setempat berinisial UR (45) yang namanya Keberatan disebutkan lengkap, mengakui benar adanya praktik motor -motor bertangki besar melakukan pengisian berulang dengan tangki besar.

“Itu yang tadi beberapa motor tangki besar tak suruh ngisi di sebelah,saya hanya melayani pembeli yang buat dipakai sendiri bukan untuk dijual,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU setempat belum memberikan keterangan resmi terkait pengawasan terhadap kendaraan ber-tangki modifikasi yang keluar-masuk area pengisian.

Masyarakat mendesak pihak kepolisian dan PT Pertamina Patra Niaga segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Penertiban tegas diperlukan agar distribusi BBM bersubsidi di wilayah Pemalang kembali tepat sasaran dan tidak merugikan konsumen umum.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru