PEMALANG, MNP – Antrean sepeda motor bertangki modifikasi di SPBU Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang Kota mengular.
Kondisi tersebut memicu keluhan dari para konsumen BBM lain yang merasa terganggu akibat durasi pengisian yang memakan waktu lama.
Kendaraan tersebut diduga kuat melakukan praktik NGANGSU secara berulang demi meraup keuntungan pribadi dari BBM bersubsidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa sepeda motor tampak bolak-balik mengisi BBM jenis Pertalite sejak pagi hari pukul 05.15 Wib di lokasi tersebut.
Motor-motor itu telah dimodifikasi pada bagian bagasi dan tangki sehingga mampu menampung puluhan liter dalam sekali pengisian.
Kondisi ini membuat pembeli umum harus mengantre lebih lama. Salah satu pengendara motor, Nono (50), mengaku kecewa dengan lambatnya antrean yang disebabkan oleh oknum-oknum tersebut.
“Mereka isi penuh, pergi, lalu balik lagi pakai motor yang sama atau berganti plat nomor. Kami yang mau berangkat kerja jadi terhambat karena harus menunggu lama di belakang mereka,” ujarnya dongkol ,pada Rabu (26/8).
Praktik ini dikeluhkan karena membuat jatah BBM subsidi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan menjadi cepat habis.
Warga menduga ada pembiaran atau modus operandi tertentu yang dimanfaatkan oknum pelangsir untuk menimbun BBM sebelum dijual kembali secara eceran dengan harga lebih tinggi.
Semetara itu petugas SPBU setempat berinisial UR (45) yang namanya Keberatan disebutkan lengkap, mengakui benar adanya praktik motor -motor bertangki besar melakukan pengisian berulang dengan tangki besar.
“Itu yang tadi beberapa motor tangki besar tak suruh ngisi di sebelah,saya hanya melayani pembeli yang buat dipakai sendiri bukan untuk dijual,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU setempat belum memberikan keterangan resmi terkait pengawasan terhadap kendaraan ber-tangki modifikasi yang keluar-masuk area pengisian.
Masyarakat mendesak pihak kepolisian dan PT Pertamina Patra Niaga segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Penertiban tegas diperlukan agar distribusi BBM bersubsidi di wilayah Pemalang kembali tepat sasaran dan tidak merugikan konsumen umum.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan