Anak Kecil di Sudut Lampu Merah, Potret Miris Kemajuan Kota Tasikmalaya

Kamis, 28 Maret 2024 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Ditengah hiruk pikuknya kota Tasikmalaya yang merupakan salah satu kota terbesar di Priangan Timur, terdapat potret kelam yang menjadi pilu.

Terlihat jelas di titik titik lampu merah pusat kota, anak anak di bawah umur memerankan karakter para icon kartun dengan menutup dirinya dengan baju atau aksesoris badut.

Tidak hanya itu saja, terlihat jelas anak anak jalanan berkumpul di beberapa titik lampu merah. Sungguh pemandangan yang cukup miris di kota Tasikmalaya yang dinilai membiarkan adanya dugaan eksploitasi anak.

Terkait hal tersebut H. Murjani anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Komisi IV pun angkat bicara. Pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dan komunikasi dengan Pemkot Tasikmalaya melalui instansi terkait seperti Dinas Sosial dan Satpol-PP.

“Kabar yang saya terima baru ya, kita juga nanti akan respon komisi 4 jangan sampai nanti anak-anak terlantar nanti adalah anak-anak Tasikmalaya,” kata Murjani, Rabu (27/03/2024).

Politisi Gerindra ini menegaskan, kalau memang anak di jalanan itu adalah warga Tasikmalaya, bagaimana dengan peran Pemkot yaitu Dinas Sosial untuk bisa membereskan.

“Tapi kalo ternyata nanti drop drop dari luar kota, peran satpol PP bagaimana harus tegas dan itu harus di selesaikan. jangan sampai nanti di Kota Tasikmalaya ini udah bersih nanti dipenuhi oleh anak-anak yang seperti itu nanti kan gak bagus,” tegasnya.

Murjani pun mengatakan permasalahan tersebut akan menjadi konsentrasi di komisi IV, setelah ini nanti akan dikomunikasi dengan Dinas Sosial tentang sejauh mana OPD tahu kondisi tersebut supaya nanti bisa di komunikasikan dengan satpol PP.

“Sehingga akan menjadi dua desakan mengetahui, apakah itu orang Tasikmalaya atau luar kota, kalau orang Tasikmalaya, Dinas Sosial harus berperan menyelesaikan,” pintanya.

Menurutnya, jangan sampai nanti dipinggir jalan itu banyak mengganggu, apalagi nanti orang luar kota dan sebagainya, akan memandangnya negatif. Jangan sampai nanti kota Tasikmalaya menjadi kota buangan anak anak yang begituan.

“Adapun target penyelesaian sebelum lebaran ada beberapa hari yang kosong, nanti minta komunikasikan dulu, yang jelas jangan sampai nanti apalagi lebaran lebih banyak lagi anak anak di jalanan,” pungkasnya.

Sampai berita ini di layangkan pihak Dinas Sosial dan Satpol-PP belum memberikan keterangan, walaupun MNP sudah berusaha untuk mendatangi instansi instansi terkait.

 

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sopir Angkot Cibeureum – Petir Dirawat di Rumah Sakit, Diduga Dianiaya Oknum Polisi
DPRD Kota Tasikmalaya Desak Audit Internal RSUD dr. Soekardjo Buntut Laporan Malapraktik
Luar Biasa! Unimen Buka 8 Prodi Baru Sekaligus, Total 21 Program Studi 
ARMADA TUA JADI KENDALA! Bupati Enrekang: 1 Dump Truck Baru dari CSR Diharapkan Urai Masalah Sampah
Wisata The Nice Playland Diduga Caplok Jalan Publik, Pengelola 4 Kali Mangkir Audiensi
Cegah Stunting, Satgas TMMD Kodim 0612/Tasikmalaya dan Posyandu Bougenville Bagikan Makanan Bergizi
Dikira Boneka, Warga Pananjung Garut Temukan Mayat Janin Bayi di Selokan
STOP TEROR PINJOL! PWI Pusat dan AFPI Komitmen Cerdaskan Publik Lewat Jurnalisme Berkualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Sopir Angkot Cibeureum – Petir Dirawat di Rumah Sakit, Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:31 WIB

DPRD Kota Tasikmalaya Desak Audit Internal RSUD dr. Soekardjo Buntut Laporan Malapraktik

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Luar Biasa! Unimen Buka 8 Prodi Baru Sekaligus, Total 21 Program Studi 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:09 WIB

ARMADA TUA JADI KENDALA! Bupati Enrekang: 1 Dump Truck Baru dari CSR Diharapkan Urai Masalah Sampah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Wisata The Nice Playland Diduga Caplok Jalan Publik, Pengelola 4 Kali Mangkir Audiensi

Berita Terbaru