Tasikmalaya, MNP.com – Pekerjaan Revitalisasi Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya diprediksi akan molor dari kontrak kerja yang harus beres tanggal 24 Desember 2022.
Bukan hanya faktor alam, proyek milyaran rupiah ini ada kesalahan dalam pengerjaan setingan pemasangan baja, sehingga berdampak pada proses pengerjaan.
Meski demikian, akhirnya pemerintah provinsi Jawa Barat menambahkan waktu penyelesaian sampai tanggal 30 Desember 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan wartawan, terlihat di lokasi pihak provinsi melakukan Mutual Check (MC) kegiatan penghitungan kembali volume item pekerjaan dan disesuaikan antara gambar rencana dengan kondisi lapangan.
Hasilnya, pihak provinsi mendapatkan volume aktual sesuai dengan kondisi real pekerjaan pada hari Jum’at (23/12).
Namun, terkait pembangunan itu, Paguyuban Warga Lingkungan Wisata Situ Gede (Waliwis) menyatakan bangunan tersebut terlalu tinggi, sehingga disaat hujan turun akan terjadi masuknya air hujan ke dalam area warung.
Diki selaku pelaksana CV.Sanggigi menyampaikan, bahwa untuk menanggulangi air masuk di saat hujan, pihaknya akan memasang polikarbonat.
Ya, itu untuk menanggulangi air hujan saat turun, sehingga air yang masuk langsung ke polikarbonat dan di buang ke bawah,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi bangunan yang cukup tinggi menjulang menjadi salah satu yang dikhawatirkan warga jika terjadi angin kencang apalagi dengan hujan.
Diki mengakui, memang bangunan ini terlalu tinggi. Ada yang 9 meter, juga yang 8 meter yang tidak sesuai dengan kondisi alam di sekitaran Situ Gede.
“Tapi saya hanya melaksanakan kerjaan sesuai dengan apa yang ada di gambar,” pungkasnya. (Lex)
![]()









Tinggalkan Balasan