TASIKMALAYA, MNP — Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi menggulirkan Sosialisasi Program OHAN HAFIDZ (One Kelurahan One Hafidz) Tahap II di Aula Dinas Pendidikan, Rabu (26/08/2026).
Langkah ini menegaskan komitmen Pemkot dalam memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di wilayahnya melalui formulasi kebijakan yang terstruktur.
Sosialisasi angkatan kedua tersebut mengikutsertakan para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari jenjang SD hingga SMA/SMK negeri dan swasta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jajaran pejabat daerah seperti Perwakilan Bidang PSD, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, serta para undangan turut hadir memantau pemaparan skema program.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Tasikmalaya, Asep Dudi, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa mekanisme program dirancang agar terintegrasi harmonis dengan kurikulum sekolah.
“Prosesnya, anak-anak yang terdaftar dalam program hafidz tetap menjalani sekolah formal seperti biasa. Setelah jam sekolah selesai, mereka melanjutkan kegiatan belajar dan menghafal di pondok pesantren,” kata Asep Dudi.
Untuk menjaga efektivitas pembinaan, Pemkot membagi konsentrasi ke dalam empat zona pesantren mitra, yakni Pesantren Nurul Huda, Silallatul Huda, Al Hasanah (Kawalu), dan Nurul Iman (Sirnagalih). Di lokasi tersebut, peserta ditargetkan menguasai minimal satu halaman per hari atau dua juz setiap bulannya.
Program ini mematok kuota satu hafidz untuk tiap kelurahan melalui mekanisme seleksi ketat jika pendaftar melebihi kapasitas.
Peserta terpilih ditargetkan mencapai 30 juz dalam kurun satu tahun dan berhak memperoleh insentif uang saku sebesar Rp1 juta per bulan.
Asep menyebut proses akan jauh lebih optimal jika calon peserta sudah mengantongi hafalan awal sekitar lima juz.
Dari sisi luaran (output), lulusan program berhak atas sertifikat resmi yang diakui sebagai berkas jalur prestasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Sebagai bahan evaluasi, Program OHAN HAFIDZ Tahap I sebelumnya mencatatkan tren positif: dari 45 peserta yang telah diwisuda, 26 anak berhasil mengkhatamkan 30 juz, 5 peserta menguasai 29 juz, dan 7 peserta menyentuh 19 juz, sementara evaluasi akhir hafalan masih terus berjalan hingga ujian penutupan.
![]()
Penulis : Ist










Tinggalkan Balasan