Gubernur Jabar Ingkar Janji? Tokoh Masyarakat Desak Realisasi Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya 

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Pembangunan SMAN 11 Kota Tasikmalaya yang digadang-gadang menjadi salah satu solusi pemerataan akses pendidikan di wilayah Kota Tasikmalaya hingga kini masih menjadi sorotan berbagai kalangan.

Di tengah dimulainya tahun ajaran baru 2026, persoalan akses jalan menuju sekolah tersebut dinilai belum mendapatkan penyelesaian yang jelas, sehingga memunculkan beragam pertanyaan dari masyarakat.

Salah seorang tokoh masyarakat Bantarsari Kecamatan Bungursari, Agus Afgan, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera merealisasikan janji yang pernah disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat meninjau lokasi pembangunan sekolah pada 5 Mei 2026 lalu.

Menurut Agus, saat itu Gubernur menyatakan komitmennya untuk membantu penyediaan akses jalan menuju SMAN 11 demi menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar. Namun hingga memasuki tahun ajaran baru 2026, realisasi pembangunan akses jalan tersebut belum terlihat secara nyata.

“Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat para siswa baru akan segera memulai aktivitas belajar di sekolah yang aksesnya masih menjadi persoalan,” tegasnya, Selasa (14/07).

KDM Turun Gunung, Tuntaskan Polemik Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya

Senada dengan itu, tokoh masyarakat lainnya, Tatang Sutarman atau yang akrab disapa Tatang Toke, juga menyampaikan kritiknya terhadap lambatnya penyelesaian persoalan tersebut.

Tatang Toke menyebut, pembangunan sekolah yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat justru terkesan berjalan tanpa dukungan dan koordinasi yang maksimal dari pihak-pihak terkait.

“Jangan sampai sekolah ini seperti lahirnya anak tanpa ayah. Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi seharusnya memiliki keseriusan yang sama dalam menyelesaikan persoalan akses jalan ini. Pendidikan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh dipandang sebelah mata,” ujarnya.

Tatang Toke juga mengingatkan agar persoalan akses jalan tidak sampai membebani para orang tua maupun peserta didik. Ia berharap tidak muncul kebijakan atau pungutan yang berkaitan dengan penyediaan akses jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Masyarakat berharap pembangunan SMAN 11 tidak hanya berhenti pada berdirinya gedung sekolah semata, tetapi juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung yang layak, termasuk akses jalan yang aman, nyaman, dan mudah dilalui oleh siswa, guru, maupun masyarakat sekitar.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan dunia pendidikan, Agus Afgan dan Tatang Sutarman memohon kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar segera merealisasikan komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat.

Mereka meyakini bahwa hadirnya akses jalan yang memadai akan memberikan manfaat besar bagi kelancaran proses pendidikan sekaligus menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda.

Kritik yang disampaikan para tokoh masyarakat tersebut pada dasarnya merupakan bentuk pengawasan publik agar pembangunan pendidikan berjalan sesuai harapan.

Masyarakat tentu mengapresiasi komitmen pemerintah dalam membangun fasilitas pendidikan, namun komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Sebab, keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan juga dari kesiapan seluruh fasilitas pendukung yang menjamin kenyamanan dan keselamatan para peserta didik.

Loading

Penulis : Arrie Heryadi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Ancam Lapor Polisi, Pembeli Desak Fellena Selesaikan Sengketa Jual Beli Tanah di Gunung Cihcir
Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?
Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla
BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi
Jelang Pilkades Serentak Pemalang 2026, Nama Waindun Mencuat di Desa Sungapan
Pelukan Hangat di Balik Jeruji: Kunjungan Khusus Anak di Rutan Kelas I Jakarta Pusat
Ramai Isu ‘Orang Dalam’ Atlet POPDA Pemalang, Ini Penjelasan Dindikpora Pemalang
Tepis Isu Pencemaran Lingkungan, SPPG Beji 2 Pemalang Tegaskan Limbah Dapur Disaring Ketat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 10:20 WIB

Ancam Lapor Polisi, Pembeli Desak Fellena Selesaikan Sengketa Jual Beli Tanah di Gunung Cihcir

Sabtu, 5 September 2026 - 21:31 WIB

Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?

Sabtu, 5 September 2026 - 20:44 WIB

Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla

Sabtu, 5 September 2026 - 19:46 WIB

BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi

Sabtu, 5 September 2026 - 16:07 WIB

Jelang Pilkades Serentak Pemalang 2026, Nama Waindun Mencuat di Desa Sungapan

Berita Terbaru