Ramai Isu ‘Orang Dalam’ Atlet POPDA Pemalang, Ini Penjelasan Dindikpora Pemalang

Sabtu, 5 September 2026 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Pemberangkatan atlet tenis meja Kabupaten Pemalang untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah, menjadi sorotan.

Muncul dugaan adanya permainan orang dalam dalam proses penentuan atlet yang diberangkatkan.

Namun, kabar tersebut dibantah langsung Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang.

Isu yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa atlet peraih juara 1 tingkat kabupaten digantikan oleh juara 3.

Kabidpora Dindikpora Pemalang Atik Pranoto menyebut, informasi tersebut tidak benar, yang diberangkatkan ke Popda Jateng bernama Faiq bukanlah juara 3, melainkan peraih juara 1 Popda tingkat SD Kabupaten Pemalang tahun 2025, yang saat ini sudah naik ke jenjang SMP.

“Sementara itu, atlet yang tidak diberangkatkan yaitu Fiqi Qubaela merupakan peraih juara 1 Popda tingkat SMP tahun 2025,” jelas Kabidpora Atik Pranoto, Sabtu (5/9).

Keputusan untuk mengirimkan Faiq sebagai perwakilan Kabupaten Pemalang diambil setelah melalui hasil evaluasi mendalam oleh tim panitia pelaksana.

Dindikpora juga menekankan bahwa merujuk pada petunjuk teknis resmi Popda, predikat juara pertama di tingkat kabupaten tidak secara otomatis menjamin keberangkatan mutlak seorang atlet untuk mewakili daerah di tingkat provinsi.

Polemik ini sebelumnya sempat memicu kegaduhan dan kritik tajam dari netizen di media sosial. Hal itu terjadi akibat kurangnya komunikasi awal serta transparansi informasi mengenai alasan pemilihan atlet yang akan dikirim mewakili Kabupaten Pemalang.

Dindikpora berharap dengan adanya klarifikasi ini tidak ada lagi kesalahpahaman di masyarakat terkait proses pemberangkatan atlet dan dapat mendukung bersama prestasi olahraga Kabupaten Pemalang di tingkat provinsi.

Sorotan terhadap kontingen tenis meja Pemalang mencuat setelah beredar pertanyaan di kalangan masyarakat maupun pemerhati olahraga terkait proses seleksi dan penentuan atlet yang berhak mewakili daerah dalam ajang POPDA Jawa Tengah,

Isu tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan adanya campur tangan pihak tertentu atau yang kerap disebut sebagai orang dalam dalam proses pemberangkatan atlet.

Namun demikian, tudingan tersebut tidak serta-merta dapat dianggap sebagai fakta. Diperlukan penjelasan dan data yang jelas mengenai mekanisme seleksi, dasar penetapan atlet, hingga proses administrasi pemberangkatan kontingen.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar
Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP
Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam
Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya
Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan
Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya
Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya

Berita Terbaru

Berita terbaru

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:15 WIB