Bangunan Nyaris Rampung, Izin Diduga Belum Beres: Proyek Alfamart di Cigantang Tuai Sorotan

Rabu, 29 April 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Pembangunan gerai ritel modern di wilayah Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, menuai sorotan publik.

Proyek yang disebut-sebut sebagai gerai Alfamart itu kini telah hampir memasuki tahap finishing.

Namun ironisnya, di tengah progres fisik yang nyaris rampung, muncul dugaan bahwa perizinan pembangunan belum sepenuhnya dikantongi.

Sejumlah warga setempat mempertanyakan transparansi dan kepatuhan hukum dari pembangunan tersebut.

“Kalau memang izinnya belum beres, harusnya dihentikan dulu. Jangan sampai aturan dilangkahi,” ujar BN, warga Cigantang, saat ditemui di sekitar lokasi proyek, Rabu (29/04/2026).

Ia menilai, pembiaran terhadap pembangunan tanpa izin berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat yang selama ini dituntut taat terhadap regulasi.

Dari pantauan di lapangan, aktivitas pembangunan tampak terus berjalan. Pekerja hilir mudik, material bangunan tersusun rapi, dan struktur bangunan telah berdiri kokoh indikasi kuat bahwa proyek ini sudah memasuki fase akhir.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah pengawasan dari pemerintah daerah berjalan efektif, atau justru ada pembiaran?

Upaya konfirmasi kepada pihak pengelola atau perwakilan Alfamart tidak membuahkan hasil.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan jawaban meski telah dihubungi melalui sambungan telepon.

Sikap tertutup ini semakin menambah kecurigaan publik terhadap legalitas proyek tersebut.

Sementara itu, pihak Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Mangkubumi memberikan keterangan yang terkesan normatif.

Mereka menyebut bahwa pemilik usaha sedang dalam proses “pemberesan izin,” termasuk koordinasi dengan lingkungan sekitar.

Pernyataan ini justru memunculkan pertanyaan lanjutan: mengapa pembangunan bisa berjalan jauh sebelum izin tuntas?

Dalam praktiknya, setiap pembangunan usaha, terlebih ritel modern, wajib mengantongi sejumlah izin, mulai dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), izin lingkungan, hingga dokumen kesesuaian tata ruang.

Jika tahapan ini dilompati atau dilakukan paralel tanpa pengawasan ketat, maka bukan hanya melanggar aturan administratif, tetapi juga membuka celah konflik sosial di masyarakat.

Sejumlah proyek serupa di berbagai daerah kerap memulai pembangunan lebih dulu, baru kemudian mengurus izin di belakang.

Pola “bangun dulu, urus belakangan” seolah menjadi praktik yang dinormalisasi sebuah preseden buruk dalam penegakan hukum.

Lebih jauh, kondisi ini menuntut sikap tegas dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Jika benar izin belum lengkap, seharusnya ada langkah konkret, mulai dari penghentian sementara pembangunan hingga pemberian sanksi administratif. Tanpa ketegasan, aturan hanya akan menjadi formalitas tanpa daya paksa.

Di sisi lain, masyarakat berharap adanya keterbukaan informasi dari pihak pengembang.

Transparansi menjadi kunci untuk meredam spekulasi dan menjaga kepercayaan publik. Ketika komunikasi ditutup, ruang kecurigaan justru semakin melebar.

Kasus pembangunan Alfamart di Cigantang ini menjadi cermin bagaimana regulasi diuji di lapangan. Apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru tunduk pada kepentingan investasi?

Jawabannya kini ditunggu publik, seiring bangunan yang kian mendekati rampung.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Sukawening Edukasi Pelajar SMP PGRI 
Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Polsek Dusun Tengah, 150 Kilogram Beras SPHP Ludes Terjual
Kapolsubsektor Paku Pimpin Groundcheck Hotspot di Desa Kalamus
Meriahkan HUT RI ke-81, Polres Pakpak Bharat Kawal Ketat Turnamen Sepak Bola Tinada Cup XIII 2026
Dua Dekade BBC: Syukuran hingga Komitmen Lahirkan Kader Mandiri di Tasikmalaya
Haol Ke-36 Pendiri Gadjah Putih, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat
Dukung Akses Pendidikan, Mohamad Sohibul Iman Serahkan Bantuan PIP di SDN Panglayungan
PEMDA DIKEPUNG KRITIK! “Jangan Hanya Ramah ke Masyarakat, Ramah Lingkungan Juga Dong”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Sukawening Edukasi Pelajar SMP PGRI 

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Polsek Dusun Tengah, 150 Kilogram Beras SPHP Ludes Terjual

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Kapolsubsektor Paku Pimpin Groundcheck Hotspot di Desa Kalamus

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Polres Pakpak Bharat Kawal Ketat Turnamen Sepak Bola Tinada Cup XIII 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Dua Dekade BBC: Syukuran hingga Komitmen Lahirkan Kader Mandiri di Tasikmalaya

Berita Terbaru

Berita terbaru

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Sukawening Edukasi Pelajar SMP PGRI 

Senin, 3 Agu 2026 - 18:59 WIB

Barito Timur

Kapolsubsektor Paku Pimpin Groundcheck Hotspot di Desa Kalamus

Senin, 3 Agu 2026 - 18:40 WIB