BARITO TIMUR, MNP — Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti pelaksanaan Misa Ekaristi pernikahan massal yang dipimpin Pastor Paroki Santo Petrus Paulus Ampah, Yoseph Septum Burman, MSF, pada Minggu (19/4/2026).
Sebanyak 14 pasangan calon suami-istri secara resmi menerima Sakramen Perkawinan dalam tradisi Pernikahan Katolik yang berlangsung di kawasan PT BKI Divisi 4 dan 5.
Momentum ini menjadi peristiwa iman sekaligus kebersamaan yang jarang terjadi dalam skala besar di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun pasangan yang melangsungkan pernikahan yakni Yulius–Imakulata, Stefanus–Errama, Melki–Anita, Alfredo–Yanti, Duminingus–Yani, Jefry–Yolenta, Dio–Maria, Kandri–Emilia, Ansel–Deliana, Okto–Anjelina, Anton–Hermina, Jefry Iri–Endang, Yohanes–Yusefina, serta Lukas Kehhi–Maria Bul.
Dalam homilinya, Pastor Yoseph menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahiriah, melainkan perjanjian suci yang diberkati Tuhan.
Ia mengingatkan setiap pasangan untuk membangun rumah tangga di atas dasar iman, kesetiaan, serta kasih yang tulus.
“Pernikahan adalah panggilan hidup. Bukan hanya untuk saling mencintai, tetapi juga untuk saling menguatkan dalam segala situasi,” ujarnya di hadapan umat yang memadati lokasi perayaan.
Prosesi pemberkatan berlangsung dengan penuh haru, disaksikan keluarga, kerabat, dan umat setempat. Tangis bahagia dan senyum syukur tampak menghiasi wajah para pasangan yang akhirnya resmi menjadi suami-istri dalam ikatan gereja.
Pernikahan massal ini dinilai menjadi solusi pastoral bagi umat yang selama ini terkendala secara administratif maupun ekonomi untuk melangsungkan pernikahan gereja secara mandiri.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah komunitas umat Katolik di wilayah Paroki Ampah dan sekitarnya.
Dengan terlaksananya pernikahan massal ini, diharapkan setiap pasangan dapat membangun keluarga yang harmonis, menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, serta tetap teguh dalam iman Katolik.
![]()
Penulis : Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan