Sungai Sirau Tercemar? Jejak Aktivitas Tambang dan Dugaan Pelanggaran Perizinan di Barito Timur

Jumat, 17 April 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP — Aroma persoalan lingkungan kembali mencuat di wilayah Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur.

Warga Desa Matarah dan Desa Didi melontarkan tudingan serius terhadap aktivitas tambang batu bara milik PT Kertawira Sera Lestari (PT KSL) yang diduga mencemari Sungai Sirau—sumber air vital bagi kehidupan masyarakat setempat.

Keluhan ini bukan tanpa dasar. Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi Sungai Sirau mengalami perubahan drastis sejak aktivitas tambang beroperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu airnya jernih, bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang keruh, bahkan berbau,” ujar seorang warga,Jumat (17/4/2026) kepada wartawan MNP.

Kekhawatiran warga diperkuat oleh hasil pengukuran sederhana yang mereka lakukan secara mandiri.

Sampel air yang diambil dari sekitar lokasi tambang menunjukkan tingkat keasaman (pH) berada di angka 5,5—jauh di bawah ambang batas ideal.

Sebagai pembanding, berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2010, kadar pH air layak konsumsi berada di kisaran 6,5 hingga 8,5.

Kondisi ini mengindikasikan air bersifat asam dan berpotensi membahayakan jika digunakan untuk konsumsi maupun kebutuhan rumah tangga.

“Kalau air sudah asam seperti itu, jelas tidak aman. Apalagi ini dipakai warga setiap hari,” kata sumber lain.

Tak hanya soal pencemaran, warga juga menyoroti aspek legalitas operasional perusahaan.

Aktivitas hauling atau pengangkutan batu bara milik PT KSL disebut masih berjalan normal, meski diduga dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) belum diterbitkan oleh pemerintah.

Jika benar, kondisi ini berpotensi menyalahi aturan dan merugikan negara, mengingat RKAB merupakan dokumen wajib sebagai dasar legal produksi dan penjualan batu bara.

“Kalau RKAB belum keluar tapi kegiatan terus berjalan, ini patut dipertanyakan. Negara bisa dirugikan,” tegas warga.

Indikasi lain yang memperkuat dugaan aktivitas ilegal adalah lalu lalang kendaraan dump truck (DT) milik PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) di area tambang PT KSL.

Warga menduga batu bara hasil tambang tetap dijual dan didistribusikan, meskipun status perizinan belum jelas.

Pantauan di lapangan menunjukkan intensitas kendaraan yang keluar-masuk cukup tinggi, seolah aktivitas produksi berjalan tanpa hambatan berarti.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan dari instansi terkait.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan, dugaan pencemaran dan pelanggaran administratif seperti ini dinilai sebagai bentuk kelalaian serius.

Sungai Sirau sendiri bukan sekadar aliran air biasa, melainkan urat nadi kehidupan warga. Jika pencemaran terus terjadi tanpa penanganan, dampaknya bisa meluas—mulai dari krisis air bersih hingga gangguan kesehatan masyarakat.

Warga kini mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

Mereka berharap ada transparansi terkait status RKAB, pengelolaan limbah tambang, serta legalitas distribusi batu bara.

“Jangan sampai masyarakat jadi korban. Kami butuh kepastian dan perlindungan,” ujar salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Kertawira Sera Lestari maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Penataan PKL Dadaha, Dodo Rosada: Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah Baru
Buat Konten Gaya-Gayaan Pakai Celurit, Pria di Garut Berujung Penangkapan Polisi
19 Kali Beraksi, Polres Garut Ringkus Tiga Pelaku Pembobol Minimarket 
Lima Fraksi DPRD Bartim Setujui Pembahasan Bersama Raperda APBD 2027
DPRD Bartim Gelar Rapat Paripurna, Pemkab Sampaikan Penjelasan Raperda Pendapatan Daerah 2027
AKBP Iqbal Sangaji Resmi Pimpin Polres Bartim, Bupati M. Yamin Harapkan Sinergi Makin Solid
Sekda Jeneponto Pantau Tiga SPBU, Warga Diimbau Tidak Panic Buying BBM
Tukang Becak Tradisional Siap Geruduk Pemkot Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:32 WIB

Penataan PKL Dadaha, Dodo Rosada: Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah Baru

Jumat, 11 September 2026 - 15:27 WIB

Buat Konten Gaya-Gayaan Pakai Celurit, Pria di Garut Berujung Penangkapan Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 15:10 WIB

19 Kali Beraksi, Polres Garut Ringkus Tiga Pelaku Pembobol Minimarket 

Jumat, 11 September 2026 - 14:56 WIB

Lima Fraksi DPRD Bartim Setujui Pembahasan Bersama Raperda APBD 2027

Jumat, 11 September 2026 - 14:35 WIB

DPRD Bartim Gelar Rapat Paripurna, Pemkab Sampaikan Penjelasan Raperda Pendapatan Daerah 2027

Berita Terbaru