Kampung Panyarang Tergenang, Diduga Ada Bangunan Ganggu Sistem Drainase Pemukiman Warga 

Kamis, 9 April 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Banjir yang kerap melanda wilayah Kampung Panyarang, Kelurahan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, kembali memicu keluhan para pengguna jalan dan warga sekitar.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis sore (09/04/2026) menjadi bukti nyata bahwa persoalan ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan diduga kuat sebagai akibat dari tata kelola lingkungan yang kurang bijak.

Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang turun sore itu menyebabkan lonjakan volume air secara signifikan.

Namun, yang menjadi sorotan adalah ketidakmampuan saluran drainase di kawasan tersebut dalam menampung debit air, hingga akhirnya meluap ke badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kondisi ini disebut-sebut semakin parah sejak berdirinya sejumlah bangunan seperti peternakan ayam boiler, dapur MBG, serta penginapan di wilayah tersebut.

Menurut keterangan beberapa warga yang enggan disebutkan namanya, bangunan-bangunan tersebut diduga milik seorang anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang juga memiliki hubungan keluarga dengan pejabat di salah satu dinas.

Ironisnya, keberadaan fasilitas tersebut justru disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab terganggunya sistem drainase di kawasan Panyarang.

Warga menilai, saluran air yang melintasi area bangunan tersebut tidak berfungsi secara optimal. Bahkan, terdapat dugaan bahwa aliran air mengalami penyempitan atau hambatan akibat pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan.

Akibatnya, air dengan mudah meluap ke jalan saat hujan turun, menciptakan genangan yang bukan hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan serta bau yang tak sedap.

Kritik tajam pun diarahkan kepada pihak-pihak terkait yang dianggap abai terhadap kondisi ini. Masyarakat mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan, baik secara langsung maupun melalui sindiran sosial.

Namun, hingga kini, respons yang diharapkan belum juga terlihat. Situasi ini memunculkan kesan adanya pembiaran, bahkan ketidakpedulian terhadap kepentingan publik.

Sebagai figur publik dan pemangku kepentingan, sudah seharusnya memberikan contoh yang baik dalam hal kepatuhan terhadap aturan serta kepedulian terhadap lingkungan. Bukan sebaliknya, justru diduga berkontribusi terhadap permasalahan yang merugikan masyarakat luas.

Banjir di Panyarang kini bukan hanya persoalan genangan air, melainkan cerminan dari ketimpangan antara kekuasaan dan tanggung jawab. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat akan semakin terkikis.

Pemerintah daerah pun diharapkan segera turun tangan secara tegas dan transparan, demi mengembalikan fungsi lingkungan sebagaimana mestinya serta memastikan bahwa hukum berlaku tanpa pandang bulu.

Loading

Penulis : Tim

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Teguhkan Komitmen Jaga Demokrasi
Bongkar Peredaran Sabu, Polres Garut Bekuk Pria Bawa 102 Gram Barang Bukti
Serang Jukir dengan Golok, Pria di Garut Ditangkap Polisi
Lewat PKTD, Desa Sukajadi Sulap Kebun Sawit dan Nanas Jadi Sumber PAD
Pemkab Bartim Apresiasi Pelantikan Pengurus DAD Kecamatan, Bupati Minta Jaga Nilai Leluhur
Lantik DAD Kecamatan Se-Bartim, Hengky Tegaskan Kesejajaran Adat, Agama dan Hukum Positif
Soal Izin Bangunan dan Sertifikat Kios di Cibunigeulis, Dinas PUTR Dorong Sidak Gabungan
Keren! Bekas TPS Dadaha Disulap Menjadi Pusat Pembibitan Pohon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:29 WIB

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Teguhkan Komitmen Jaga Demokrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Bongkar Peredaran Sabu, Polres Garut Bekuk Pria Bawa 102 Gram Barang Bukti

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05 WIB

Serang Jukir dengan Golok, Pria di Garut Ditangkap Polisi

Senin, 27 Juli 2026 - 15:43 WIB

Lewat PKTD, Desa Sukajadi Sulap Kebun Sawit dan Nanas Jadi Sumber PAD

Senin, 27 Juli 2026 - 15:13 WIB

Pemkab Bartim Apresiasi Pelantikan Pengurus DAD Kecamatan, Bupati Minta Jaga Nilai Leluhur

Berita Terbaru

Berita terbaru

Serang Jukir dengan Golok, Pria di Garut Ditangkap Polisi

Senin, 27 Jul 2026 - 16:05 WIB

Berita terbaru

Lewat PKTD, Desa Sukajadi Sulap Kebun Sawit dan Nanas Jadi Sumber PAD

Senin, 27 Jul 2026 - 15:43 WIB