Tak Sesuai Fakta Lapangan, Warga Desa Muara Awang Kecewa Piagam Bupati kepada PT Bartim Coalindo 

Senin, 9 Februari 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Warga Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, mengaku kecewa atas piagam penghargaan yang diberikan Bupati Barito Timur kepada PT Bartim Coalindo atas partisipasi kepedulian terhadap dampak banjir.

Kekecewaan tersebut muncul karena warga merasa hingga kini masih merasakan dampak aktivitas pertambangan perusahaan tersebut.Hal itu disampaikan Ketua RT 05 Desa Muara Awang, Riandi, saat ditemui pada Senin, 9 Februari 2026.

Ia menilai pemberian piagam penghargaan tersebut tidak mencerminkan kondisi yang dirasakan warga di lapangan.

“Kami sebagai warga yang terdampak tambang merasa kecewa. Di satu sisi perusahaan mendapat penghargaan, tapi di sisi lain warga masih menghadapi persoalan lingkungan akibat aktivitas tambang,” ujar Riandi.

Menurutnya, dampak yang dirasakan warga antara lain perubahan kualitas lingkungan, terutama pada sumber air dan kondisi sekitar pemukiman. Ia menyebut keluhan warga sudah berlangsung cukup lama namun belum mendapatkan penyelesaian yang jelas.

“Seharusnya sebelum memberikan penghargaan, pemerintah daeeah harus melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar keluhan warga yang terdampak,” katanya.

Riandi berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi kembali aktivitas pertambangan PT Bartim Coalindo serta memastikan perusahaan bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.

“Kami tidak menolak pembangunan,atau investasi di Bartim tapi kami ingin lingkungan kami tetap aman dan layak untuk ditinggali,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bartim Coalindo maupun Pemerintah Kabupaten Barito Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait kekecewaan warga Desa Muara Awang tersebut.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran
Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”
Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus
Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif
Polres Bartim Mulai Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di PUPR Perkim, Sejumlah Saksi Dipanggil
Warga Pondok Gelugur Kecewa, Lahan Sitaan Negara Dikelola Swasta Tanpa Libatkan Masyarakat
Cetak Hattrick Juara! Persib Bandung Angkat Trofi BRI Super League 
Adu Mulut KNPI Dramaga vs Humas RSKBP Warnai Kegiatan Baksos Khitanan Massal Gratis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:16 WIB

Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:59 WIB

Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:41 WIB

Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:49 WIB

Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:32 WIB

Polres Bartim Mulai Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di PUPR Perkim, Sejumlah Saksi Dipanggil

Berita Terbaru