Air Sungai Karau Keruh, Warga Muara Awang Akui Dampak Aktivitas Tambang PT Bartim Coalindo

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Erpandi ketua RT 03 Desa Muara Awang saat melihat langsung kondisi sungai Karau

Foto Erpandi ketua RT 03 Desa Muara Awang saat melihat langsung kondisi sungai Karau

BARITO TIMUR, MNP – Warga Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, mengakui kondisi Air Sungai Karau mengalami kekeruhan sejak adanya aktivitas pertambangan batu bara yang dilakukan PT Bartim Coalindo.

Pengakuan tersebut disampaikan Erpandi, Ketua RT 03 Desa Muara Awang, saat meninjau langsung kondisi Sungai Karau bersama sejumlah warga.

Ia menyebut, air sungai yang sebelumnya jernih kini berubah keruh dan berwarna kecokelatan, terutama setelah hujan turun.

“Sejak ada aktivitas tambang PT Bartim Coalindo, air Sungai Karau tidak lagi jernih seperti dulu. Sekarang sering keruh, dan ini dirasakan langsung oleh warga,” ujar Eepandi, Senin Senin (9/2) kemarin.

Menurutnya, Sungai Karau selama ini menjadi sumber utama kebutuhan warga, mulai dari keperluan sehari-hari hingga aktivitas pertanian.

Kondisi air yang keruh dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat dan kelangsungan hidup warga di sekitar bantaran sungai.

Erpandi berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan serta menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Ia menegaskan, warga hanya ingin lingkungan tetap terjaga dan hak atas air bersih tidak terganggu oleh aktivitas pertambangan.

“Ya kami masyarakat Muara Awang sangat mendukung atas keberadaan investasi di daerah ini.Akan tetapi perlu diingat perusahaan harus bisa menjaga kelestarian alam dan lingkungan, jangan sampai limbahnya dibuang langsung ke sungai,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026
Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun
Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon
Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah
Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!
Pencurian Celengan Rp 5,25 Juta, Polisi Amankan Pemuda di Tanjung Bintang
Ribuan Burung Diangkut Tanpa Dokumen, Terjaring Pemeriksaan di Bakauheni
Bulan Bakti Karang Taruna 2026, Ketua KT Kota Tasikmalaya Soroti Dampak Regulasi Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:05 WIB

Wujudkan Guru Bermutu, PGRI Cabang Tawang Gelar Konkercab dan Tetapkan Program Strategis 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:48 WIB

Polsek Kuala Cenaku Dorong Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Timun

Senin, 28 September 2026 - 17:27 WIB

Dugaan Jejaring Tambang Bentonit Bantarkalong, GAM Desak Usut Keterkaitan Oknum Polisi dan Perusahaan Asal Cirebon

Senin, 28 September 2026 - 17:06 WIB

Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah

Senin, 28 September 2026 - 16:59 WIB

Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!

Berita Terbaru