ENREKANG, MNP – “Tabe pak bantu lagi posting semoga berkah. Jalan Poros dari Kukku Ranga bisa di posting supaya ada perhatian Pemda pak”.
Pesan WhatsApp dari warga Kaluppini yang masuk ke redaksi Media Nasional Potret menjadi bukti nyata keresahan masyarakat.
Kondisi Jalan Poros Kukku – Ranga saat ini dalam keadaan sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Titik paling kritis berada di Tikungan Lanta III. Pantauan di lapangan menunjukkan hampir setengah badan jalan sudah tergerus longsor. Yang tersisa hanya beton jalan yang menggantung tanpa penyangga.
“Jalan tersebut sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah untuk menangani jalan yang sudah sangat berbahaya bagi pengendara baik roda dua maupun empat roda. Sudah hampir setengah badan jalan dibawa longsor tinggal beton yang menggantung,” ujar WD, salah satu tokoh masyarakat Desa Ranga.

Bukan hanya di Lanta III, kerusakan parah juga ditemukan di titik lain. Di KM 1 Poros Kukku Ranga terdapat plat Dekker yang kondisinya sudah runtuh.
Aspal di sisi kiri dan kanan jembatan juga sudah terkupas habis. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati karena rawan menyebabkan kecelakaan, terutama saat malam hari dan musim hujan.
Kerusakan serupa juga terjadi di wilayah Lanja, Kaluppini. Di lokasi tersebut terjadi penurunan badan jalan. Beton penahan sudah terkupas dan kerikil-kerikil lepas berserakan di permukaan jalan.
“Sama halnya dengan penurunan yang ada di Lanja Kaluppini, beton yang sudah terkupas, kerikil lepas sehingga membahayakan keselamatan pengendara,” lanjut WD.
Warga menilai, Jalan Poros Kukku – Ranga merupakan akses vital penghubung antar desa dan kecamatan.
Arus transportasi hasil pertanian, pendidikan, hingga rujukan kesehatan sangat bergantung pada jalan ini. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin jalan akan putus total dan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.
Warga Kaluppini dan Ranga pun mendesak Bupati Enrekang dan Dinas PUPR segera turun tangan sebelum korban berjatuhan. “Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki. Ini sudah darurat,” tegas warga.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan