Air Tercampur Lumpur, Pendapatan Petani Menurun Akibat Dampak Tambang PT Bartim Coalindo

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Aktivitas pertambangan PT Bartim Coalindo yang beroperasi di wilayah Desa Muara Awang Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur diduga berdampak serius terhadap sektor pertanian warga.

Pendapatan petani di wilayah terdampak dilaporkan menurun akibat tanaman pertanian mereka terendam air bercampur lumpur tambang.

Hal tersebut diungkapkan Nurjani (55), seorang petani warga Batu Putih, Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah.

Ia menyebut kondisi lahan pertanian tidak lagi produktif seperti sebelumnya sejak air berlumpur dari aktivitas tambang mengalir ke area persawahan dan kebun warga.

Tak hanya itu Nurjani juga mengungkspkan bahwa dirinya pernah memelihara ikan nila dan mengambil air daei bendung karau, ikan-ikannya perlahan-lahan mati akibat air keruh berwarna kecoklatan bercpur lumpur.

“Ya selain gagal memelihara ikan, tanaman pertanian kami banyak yang rusak karena kemasukan air lumpur tambang. Hasil panen menurun drastis, otomatis pendapatan petani juga ikut turun,” ujar Nurjani, Selasa (10//2/2026).

Menurutnya, air berlumpur tersebut kerap masuk ke lahan saat hujan turun, sehingga tanaman padi dan komoditas lainnya tidak dapat tumbuh dengan baik. Kondisi ini, kata Nurjani, sudah terjadi berulang kali, namun belum mendapat penanganan yang memadai.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan menindaklanjuti keluhan petani dan melakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan di sekitar wilayah pertanian warga.

“Kalau dibiarkan terus, kami khawatir lahan pertanian akan rusak permanen dan petani kehilangan sumber penghidupan,” tukasnya.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26
Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang
Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa
Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos
TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare
Saat Air Datang, Harapan Kembali Mengalir: TNI Salurkan Air Bersih untuk 450 Warga Sukarame
Rebutan Lapak Kerja Tambang di Inhu Memanas, Sekretaris Buruh Bongkar Muat Lapor Polisi 
Api Tiba-Tiba Membesar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran 6 Rumah di Pakpak Bharat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:00 WIB

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26

Rabu, 30 September 2026 - 10:40 WIB

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 10:33 WIB

Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa

Rabu, 30 September 2026 - 10:21 WIB

Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos

Rabu, 30 September 2026 - 06:49 WIB

TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare

Berita Terbaru

Berita terbaru

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:40 WIB