Bogor, MNP – Pihak Bendera Perusahaan Penyedia Jasa pada proyek Rekonstruksi ruas Jalan Petir – Babakan – Gadog, di wilayah Kec. Dramaga Kab. Bogor, mengklarifikasi substansi pemberitaan dari MNP, yang telah tayang hari Selasa (11/11/2025) lalu. Klarifikasi tersebut disampaikannya di Kantor DPUPR Kab. Bogor, Senin (17/11/2025).
Menurutnya, semua yang di sampaikan di pemberitaan itu benar adanya dan sudah diperkirakan pihaknya akan jadi konsumsi pemberitaan, kalau itu ditemukan jurnalis yang memang faham tugas pokok serta fungsi pekerjaan konstruksi, dan itu telah terbukti.
Dan mungkin tidak akan jadi pemberitaan, jika saat para jurnalis yang turun di lokasi proyeknya saat itu bertemu dengan pihaknya. Karena, pasti langsung bisa terima penjelasan pihaknya terkait yang dipertanyakan, sesuai fakta yang diketahui pihaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun mengenai mandeg (tersendatnya) pengerjaan, menurutnya itu semua efek tidak konsistennya kiriman material beton dari Pabrik (Batching Plant) Fresh Mix.
Padahal sejak awal proyek mereka mau berjalan, telah menyetor deposit penuh ke pihak Batching Plant, untuk seluruh volume pekerjaan di proyek mereka.
Diterima alasan dari pihak Batching Plant, bahwa terjadi ketidak konsistenannya tersebut, dikarenakan langkanya serta naiknya harga material untuk formulasi pembuatan Beton di Pabrik (di Batching Plant) nya.
Hal tersebut tadi terjadi, diduga sebagai dampak kebijakan penutupan beberapa lokasi pertambangan (galian type C : red) yang dilakukan oleh Gubernur Jabar KDM, pada beberapa waktu lalu.
Sedangkan tentang adanya temuan retakan Patah, juga segregasi pemicu tampilan Honey Comp, pada sebagian badan beton yang sudah dikerjakan pihaknya, menurutnya itu semua karena kendala perjalanan, saat pendistribusian beton dari Batching Plant ke lokasi proyek.
Proyek Rekonstruksi Jalan Petir-Babakan-Gadog Kec. Dramaga Tersendat, Kenapa?
Adapun kendala dimaksud itu variatif, ada karena TM beton terhadang macet di perjalanan, kadang karena antrean TM saat loading di Batching Plant, dan ragam kendala non teknis lainnya, yang kesemuanya tak bisa diprediksi itu bakal terjadi.
Situasi-kondisi seperti itu terjadi semenjak ditutup nya beberapa lokasi galian tambang Type C tadi, yang dampaknya dirasakan luas oleh banyak kalangan, tidak terkecuali para kontraktor yang menangani proyek pembangunan infrastruktur.
“Pihak Kami amat berharap adanya kebijakan lain, yang benar-benar bijaksana. Dan mempertimbangkan akibat atau dampak sosial hingga ekonominya, bagi berbagai pihak yang menggantung kan hidupnya, dari bidang yang linear dengan urusan pembangunan infrastruktur dari tambang galian C itu,” ucapnya.
Demikian disampaikan oleh pihak CV. Artha Jaya, Taufik, kepada media ini, di Cibinong, pada Senin (17/11/2025).
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan