Mencuat Dugaan Pungli dan Korupsi Parkir di Pasar Titiwangi Lamsel, Setoran ke Desa Penuh Selisih

Senin, 17 November 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, MNP – Pengelolaan pungutan liar (pungli) parkir di Pasar Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, diduga menjadi lahan bisnis ilegal.

Kabarnya, parkir tersebut dikelola tanpa transparansi serta berpotensi tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Dugaan tersebut muncul setelah awak media mencoba melakukan penelusuran terkait setoran dan sistem pengelolaan parkir yang dinilai penuh tanda tanya, Senin (17/11/2025).

Menurut informasi yang dihimpun, terdapat tujuh titik parkir motor dan satu titik parkir mobil di area Pasar Desa Titiwangi.

Masing-masing titik parkiran motor disetorkan sebesar Rp100.000 hingga Rp130.000, sedangkan titik parkir mobil dikenakan setoran tetap sebesar Rp120.000 per titik.

Semua setoran dari pengelola titik parkir dihimpun dan diserahkan kepada Ketua Parkir bernama Turiman. Namun, proses pengumpulan dana tersebut menuai sorotan lantaran tidak adanya transparansi hasilnya dan peruntukannya.

Saat awak media mencoba meminta akses melihat buku rekap setoran parkir, permintaan tersebut ditolak. Penolakan itu dikonfirmasi langsung oleh Ketua Pasar Desa Titiwangi, Muhtar Hadi, yang menyatakan bahwa pembukuan parkir tidak boleh dilihat pihak luar.

“Pembukuan Tidak Boleh Dilihat “Itu Periuk Nasi Kami,” kata ketua pasar desa titiwangi, Muhtar Hadi, Sabtu (15/11/2025).

Muhtar juga menyampaikan bahwa dari total hasil parkir, terdapat setoran resmi kepada pemerintah desa sebesar Setoran ke desa: Rp250.000, Dana konsumsi (teh dan kopi): Rp30.000 dengan total: Rp280.000 per kegiatan pasar.

Namun, pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan Kepala Desa Titiwangi, Sumari, yang dihubungi secara terpisah oleh tim media.

Sumari menyebutkan bahwa setoran parkir yang masuk ke desa seharusnya Rp300.000 setiap hari pasar, dan pasar tersebut beroperasi delapan kali dalam satu bulan.

Artinya, bila dihitung sesuai keterangan kepala desa, pemasukan desa dari sektor parkir seharusnya Rp300.000 × 8 = Rp2.400.000 per bulan.

Perbedaan angka tersebut menimbulkan dugaan bahwa adanya oknum yang memainkan hasil parkir sebelum disetorkan ke pemerintah desa.

Dugaan liar muncul bahwa pengelolaan parkir tersebut hanya menjadi bisnis pribadi kelompok tertentu yang berlindung atas nama desa.

Sejumlah warga berharap pemerintah desa dan penegak hukum melakukan audit ulang terkait alur keuangan parkir.

“Kalau memang uangnya untuk desa dan transparan, itu bagus. Tapi kalau jadi bancakan oknum, itu harus ditindak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kasus ini diperkirakan akan terus berkembang, terlebih setelah perbedaan data setoran parkir mencuat ke publik.

Ada selisih informasi antara Ketua Pasar dan Kepala Desa. Pembukuan pengelolaan parkir ditutup rapat dan tidak boleh diakses media.

Dugaan adanya praktik pungutan liar (Pungli) muncul karena tidak ada regulasi dan transparansi.

Publik kini menunggu langkah lanjutan aparat penegak hukum dan saber pungli untuk melakukan penindakan terhadap pengelola pasar dan kepala desa.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Apes! Bawa Sabu 40 Kg Antar-Pulau, Kurir Narkoba Dijegal Polisi di Bakauheni
Antisipasi Arus Nataru, Polres Lamsel Perkuat Sinergi di Pelabuhan Bakauheni
Peringati Maulid Nabi, Ajak Warga Perum Mutiara Citra Lindungi Generasi Muda
DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya Resmi Dilantik, Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif Daerah
SDN 1 Cibeuti Gelar Peringatan Maulid Nabi, Bentuk Karakter Siswa Melalui Teladan Rasulullah
Ribuan Warga Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jeneponto
Kekeringan Meluas, BPBD Kota Tasikmalaya Distribusikan 806 Ribu Liter Air Bersih
Inspiratif, Sosok Nabil Azzahra, Siswi SMPN 16 Tasikmalaya Jadi Penceramah di SDN Panglayungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 05:14 WIB

Apes! Bawa Sabu 40 Kg Antar-Pulau, Kurir Narkoba Dijegal Polisi di Bakauheni

Jumat, 4 September 2026 - 21:47 WIB

Antisipasi Arus Nataru, Polres Lamsel Perkuat Sinergi di Pelabuhan Bakauheni

Jumat, 4 September 2026 - 21:35 WIB

Peringati Maulid Nabi, Ajak Warga Perum Mutiara Citra Lindungi Generasi Muda

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya Resmi Dilantik, Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 13:57 WIB

SDN 1 Cibeuti Gelar Peringatan Maulid Nabi, Bentuk Karakter Siswa Melalui Teladan Rasulullah

Berita Terbaru