Lampung Selatan, MNP – Proyek pembangunan Ruang UKS di SDN 2 Bandar Dalam, Kecamatan Bandar Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, kini menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah bagian bangunan yang dinilai dikerjakan tidak maksimal.
Kondisi balok yang retak-retak hingga dinding yang bergelombang memicu pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan yang menggunakan anggaran negara tersebut, Senin (11/11/2025).
Proyek ini berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dengan nilai kontrak Rp 154.003.454,20.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan dokumen resmi, pekerjaan dilaksanakan berdasarkan Kontrak Nomor 03/SPK/FSK/PL.27/IV.02/SD/APBD–P/LS/2025 yang ditandatangani pada 19 September 2025. Sementara SPMK Nomor 04/SPMK/FSK/PL.27/IV.02/SD/APBD–P/LS/2025 terbit pada 25 September 2025, dan proyek diberi waktu 120 hari kalender untuk diselesaikan. Pekerjaan ini dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana: PT Sultan Maju Bersama.
Saat awak media meninjau lokasi, terlihat sejumlah bagian bangunan yang jauh dari standar pekerjaan konstruksi.
Balok di bagian atas tampak mengalami retak memanjang serta rongga pada beberapa titik. Dinding yang seharusnya rata tampak bergelombang, sehingga memberi kesan dikerjakan terburu-buru tanpa pengawasan ketat.
Beberapa warga yang melihat kondisi tersebut menilai bahwa bangunan sekolah, apalagi ruang UKS yang merupakan fasilitas layanan kesehatan siswa, seharusnya mengutamakan mutu dan keselamatan.
“Anak-anak kan nanti memakai ruangan ini. Kalau kualitasnya seperti ini, kita khawatir cepat rusak,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi laporan tersebut, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Ferro memberikan pernyataan melalui pesan WhatsApp.
“Siap segera kami proses laporan ini ke penyedianya ya, sebelumnya kami terima kasih atas informasinya,” tulis Ferro.
Pihaknya berjanji akan melakukan pemeriksaan teknis serta meminta pertanggungjawaban kontraktor apabila benar ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi.
Setelah informasi ini mencuat, pihak kontraktor yang melaksanakan pekerjaan, yaitu PT Sultan Maju Bersama, langsung turun ke lapangan. Ketut Sudiana, selaku perwakilan dari perusahaan, datang untuk melihat kondisi bangunan yang dipersoalkan.
Saat dilakukan konfirmasi oleh awak media, Ketut tidak menutupi adanya kekurangan dalam proses pengerjaan.
“Benar, bangunan ini memang kurang maksimal dalam pengerjaannya. Coran balok atas banyak yang kosong dan kecil, dan dinding masih bergelombang. Kami akan melakukan pembenahan,” ungkap Ketut.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengakuan bahwa beberapa bagian pekerjaan memang tidak dikerjakan optimal dan membutuhkan perbaikan sebelum memasuki masa serah terima.
Dengan adanya temuan ini, publik berharap Dinas Pendidikan sebagai pemilik pekerjaan melakukan pengawasan lebih intens dan memastikan setiap kekurangan diperbaiki sesuai standar teknis.
Sementara itu, PT Sultan Maju Bersama berjanji akan memperbaiki bagian-bagian yang dinilai bermasalah.
Sejumlah pemerhati anggaran menyatakan bahwa anggaran pendidikan harus digunakan sebaik mungkin, mengingat setiap fasilitas sekolah berperan langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan siswa.
Proses pembenahan dari kontraktor kini ditunggu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek yang dibiayai uang negara tersebut.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan