Warga Desa Tampa Heran Sungai Parai Mendadak Jernih, Diduga Karena Aktivitas Pertambangan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Warga Desa Tampa, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, mengungkapkan rasa heran menyaksikan fenomena yang terjadi pada Sungai Parai.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, kondisi air sungai yang semula tampak keruh pekat berubah drastis menjadi sangat jernih hingga dasar sungai terlihat jelas.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menjelaskan bahwa kondisi perubahan warna air tersebut telah berlangsung cukup lama dan bukan terjadi hari ini saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Air yang awalnya keruh mendadak menjadi jernih dalam hitungan jam,” katanya, Kamis, 7 Mei 2026.

Warga menduga, keruhnya air bersumber dari aktivitas atau dampak operasional PT. Riba Global Mining (RGM), perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di bagian hulu sungai.

Meskipun tidak dapat memastikan adanya aktivitas langsung saat ini, warga menduga bahwa kondisi tersebut berasal dari longsoran material bekas Over Burden (OB) atau sisa pengupasan tanah penutup pada saat perusahaan masih beroperasi.

Lebih lanjut, perubahan warna air yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat disinyalir merupakan hasil upaya penjernihan air yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Kondisi ini memicu berbagai kekhawatiran. Warga takut akan adanya gangguan terhadap ekosistem sungai, termasuk habitat dan populasi ikan.

Selain itu, terdapat kekhawatiran terkait dampak kesehatan bagi warga yang masih menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya itu, sedimentasi atau endapan lumpur yang terbawa arus juga berpotensi menyebabkan pendangkalan alur sungai.

Padahal, sungai tersebut pernah mengalami proses normalisasi beberapa tahun silam untuk mencegah masalah banjir.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak berwenang untuk memastikan kondisi tersebut tidak membahayakan kesehatan warga dan biota air.

Loading

Penulis : Adi Suseno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah
Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!
Pencurian Celengan Rp 5,25 Juta, Polisi Amankan Pemuda di Tanjung Bintang
Ribuan Burung Diangkut Tanpa Dokumen, Terjaring Pemeriksaan di Bakauheni
Bulan Bakti Karang Taruna 2026, Ketua KT Kota Tasikmalaya Soroti Dampak Regulasi Baru
Enrekang Ukir Sejarah, Raih Prestasi Terbaik Ketiga Nasional di Ajang Bergengsi TPID AWARD 2026
Bongkar Jebakan Narkoba di Sulsel: Penyidik BNNP Beberkan Modus Licik di Depan Mahasiswa FH Unsa Makassar 
DLH Kabupaten Bogor Dukung Kegiatan Bersih – Bersih Paguyuban U$$ Bersama JP Appartment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:06 WIB

Isak Tangis Anak Sabarnu di Mapolres Bartim, Memohon Keringanan untuk Sang Ayah

Senin, 28 September 2026 - 16:59 WIB

Panik Video Viral, Pelaksana Proyek Siluman Malua-Kolai Diam-diam Tambal Beton, Warga: Itu Akal-akalan Hilangkan Barang Bukti!

Senin, 28 September 2026 - 04:45 WIB

Pencurian Celengan Rp 5,25 Juta, Polisi Amankan Pemuda di Tanjung Bintang

Senin, 28 September 2026 - 04:38 WIB

Ribuan Burung Diangkut Tanpa Dokumen, Terjaring Pemeriksaan di Bakauheni

Senin, 28 September 2026 - 04:32 WIB

Bulan Bakti Karang Taruna 2026, Ketua KT Kota Tasikmalaya Soroti Dampak Regulasi Baru

Berita Terbaru