Monopoli Supplier TBS ala Among cs Bagai ‘Penjajah Ekonomi’ di Inhu

Selasa, 14 Oktober 2025 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indragiri Hulu, MNP – Meski harga komoditas Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau cenderung merangkak naik, ternyata tak sepenuhnya dapat di rasakan para petani sawit di Inhu khususnya petani swadaya.

Pasalnya penjualan hasil perkebunan ke setiap pabrik kelapa sawit (PKS) tidak semudah membalikkan tangan tapi butuh birokrasi yang berbelit-belit dari pengelola pabrik.

Kondisi ini diperparah praktek monopoli pemasok TBS ke beberapa PKS yang hanya dipegang seorang Supplier, Among.

Dugaan praktek monopoli Supplier TBS dibeberapa pabrik pengolahan sawit hanya dikendalikan seorang pemegang Delivery Order (DO), Among, warga Rengat dikecam pemerhati ekonomi, Rudiwalker Purba.

“Monopoli DO ini adalah salah satu bentuk penjajahan ekonomi modern untuk memperkaya diri dan atau kelompoknya, harus diberantas karena bertolak belakang dengan tujuan mulia negara mensejahterakan rakyat khususnya petani,” tegas Rudi, Senin (13/10/25).

Sebagai ketua Lembaga komando garuda sakti Aliansi Indonesia (kgs.Ai)di Inhu, Rudi optimis akan melaporkan pelaku monopoli DO dan perusahaan yang menunjuk Supplier hanya kepada seorang Among cs.

“Praktek monopoli ini akan saya laporkan ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, termasuk perusahaan yang mempatenkan pemasok buah sawit hanya kepada seorang Supplier kepada Among cs,” Rudi optimis.

“Jika perlu pemegang DO tunggal itu diperiksa wajib pajaknya, patut dicurigai ada praktek pengemplang pajak,” sambungnya.

Dalam praktek monopoli Supplier TBS, Rudi ‘mencium’ bisnis jual beli TBS dari Petani hingga ke Pabrik milik Among cs dibantu dua orang rekanan, inisial H dan Y.

“Kalau pelakunya dilapangan inisial H dan Y, mereke ini yang mengatur harga TBS disetiap RAM hingga ke Pabrik atas nama empat perusahaan, yakni CV Marina Palma, CV Berkah Sawit Tani, CV Sawit Alam Permai dan CV Putra Inhu,” papar Rudi.

Ketua lembaga komando garuda sakti Aliansi Indonesia ini juga merinci hasil investigasi lapangan di kecamatan Batang Cenaku, salah satu DO ke PKS PT KAS atas nama CV. SAP namun jika petani menggunakan DO tersebut di beri tanda kode PTN yang keseluruhan direkturnya inisial H. Katanya.

Rudi juga berharap, kedepan tidak ada lagi yang namanya Supplier tunggal di Pabrik.

“Silahkan bersaing sehat, jika perlu petani diberi kebebasan menjual langsung hasil perkebunannya ke Pabrik tanpa harus lewat Supplier sehingga kenaikan harga sawit itu dirasakan langsung setiap petani,” pinta Rudi.

Loading

Penulis : Tim

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pengukuhan Pengurus Pusat Akademi Indoboxing Indonesia, Olahraga Jadi Benteng Kenakalan Remaja
Tunggakan Renovasi Diduga Belum Lunas, Hotel Suminar Garut Ditutup Sementara
H. Wahid: Turnamen U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Memasuki Babak Akhir Putaran Pertama
Pemkot Tasikmalaya Gagal Genjot PAD? TPP ASN Jadi Korban Pemangkasan 
Sikat Peredaran Obat Keras dan Miras, Pria 23 Tahun Diciduk Polsek Malangbong
Irfan Ramdani: Publik Butuh Transparansi Tim Seleksi, Bukan Penjelasan Mekanisme!
Pasien Kritis Berpindah Empat Rumah Sakit hingga Meninggal, Rantai Pelayanan IGD Dipertanyakan
Musda V Golkar Kota Tasikmalaya Mengerucut, H. Nurul Awalin Jadi Calon Tunggal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:27 WIB

Pengukuhan Pengurus Pusat Akademi Indoboxing Indonesia, Olahraga Jadi Benteng Kenakalan Remaja

Sabtu, 19 September 2026 - 16:11 WIB

Tunggakan Renovasi Diduga Belum Lunas, Hotel Suminar Garut Ditutup Sementara

Sabtu, 19 September 2026 - 12:59 WIB

H. Wahid: Turnamen U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Memasuki Babak Akhir Putaran Pertama

Sabtu, 19 September 2026 - 11:57 WIB

Pemkot Tasikmalaya Gagal Genjot PAD? TPP ASN Jadi Korban Pemangkasan 

Sabtu, 19 September 2026 - 11:39 WIB

Sikat Peredaran Obat Keras dan Miras, Pria 23 Tahun Diciduk Polsek Malangbong

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pemkot Tasikmalaya Gagal Genjot PAD? TPP ASN Jadi Korban Pemangkasan 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:57 WIB