Ketua PWRI Sentil DPR: Demokrasi di Titik Nadir, Rakyat Murka Usai Pernyataan Kontroversial

Senin, 1 September 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MNP – Suasana politik nasional kian memanas. Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Dr. Suriyanto, Pd., SH., MH., M.Kn., melontarkan kritik keras terhadap kondisi demokrasi di Indonesia. Ia menilai negara justru menjadi sumber luka bagi rakyat, bukan penyejuk.

“Kita sedang berada di titik nadir demokrasi. Institusi negara yang seharusnya melindungi rakyat malah menjadi penyebab kekecewaan,” tegas Suriyanto dalam konferensi pers, Senin (1/9/2025).

Kemarahan publik disebutnya bukan terjadi begitu saja. Akar persoalan lahir dari akumulasi ketidakadilan, janji politik yang dikhianati, hingga perilaku elit yang dianggap menyinggung hati rakyat.

Puncaknya, ketika beredar luas video anggota DPR RI berjoget usai pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan. “Itu bukan sekadar joget. Itu simbol betapa jauhnya mereka dari realitas rakyat,” katanya.

Situasi makin panas ketika Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyebut masyarakat “tolol” karena menyerukan pembubaran DPR. Ucapan tersebut memicu gelombang protes di berbagai kota.

“Ketika rakyat bersuara, wakilnya malah mencaci. Ini bukan demokrasi. Ini tirani,” tambahnya.

Demonstrasi pecah di sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Medan, Makassar, hingga Surabaya. Massa turun ke jalan membawa poster dan tuntutan. Namun aparat merespons dengan represif.

Seorang pengemudi ojek online dilaporkan tewas usai terlindas kendaraan taktis Brimob. Video kejadian itu viral dan makin menyulut amarah publik.

Situasi ricuh tak terhindarkan. Gedung DPRD dibakar, kantor polisi dirusak, hingga rumah milik anggota DPR dan Menteri Keuangan dijarah massa.

Di tengah kekacauan, jurnalis pun ikut jadi korban. Bayu Pratama Syahputra, pewarta foto LKBN Antara, dipukul oknum polisi saat meliput aksi di depan DPR. Kamera rusak, tubuhnya memar.

“Ketika jurnalis dipukul, maka demokrasi ikut dipukul. Pers bukan musuh negara, melainkan mitra menjaga akal sehat publik,” ujar Suriyanto menekankan.

PWRI kemudian menyampaikan tiga tuntutan:

1. Pertanggungjawaban pejabat atas bentrokan aparat dan massa.

2. Perlindungan hukum dan operasional bagi jurnalis.

3. Pertanggungjawaban moral dari DPR RI dan pemerintah atas tindakan yang memicu krisis.

Menurut Suriyanto, kritik ini bukan sekadar suara organisasi wartawan, melainkan seruan untuk menyelamatkan demokrasi.

“Negara harus kembali menjadi ruang harapan, bukan ruang ketakutan. Jika suara rakyat terus dibungkam, maka yang bangkit bukan hanya demonstrasi, tapi perlawanan yang lebih dalam,” pungkasnya.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu
Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban
Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar
Penuhi Syarat Klaim, BPJS Ketenagakerjaan Nias Salurkan Manfaat Rp31 Miliar
Syarat Dipenuhi, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Ada Kendala
Tipikor Polres Bartim Usut Dugaan Proyek Fiktif Desa Pangkan, Sejumlah Pejabat dan Pengawas Mulai Dipanggil
6 Tahun Konsisten, Politisi PKB Asep Endang M Syam Kembali ‘Traktir Qurban’ untuk Lansia Jompo
Saat Prajurit Berbagi Kebahagiaan: Idul Adha Kodim 0612/Tasikmalaya Penuh Makna dan Kepedulian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:58 WIB

PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:48 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:36 WIB

Penuhi Syarat Klaim, BPJS Ketenagakerjaan Nias Salurkan Manfaat Rp31 Miliar

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:54 WIB

Syarat Dipenuhi, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Ada Kendala

Berita Terbaru

Barito Timur

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB

Ilustrasi

Berita terbaru

Syarat Dipenuhi, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Ada Kendala

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:54 WIB