Pekerjaan Jalan Nasional di Kulinjang Tuara Picu Kemacetan Parah di Enrekang

Rabu, 13 Agustus 2025 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Pekerjaan jalan nasional pada ruas Enrekang-Toraja di Kampung Kulinjang, Kelurahan Tuara, Kecamatan Enrekang, telah menyebabkan kemacetan panjang setiap hari, baik siang maupun malam.

Kemacetan ini terjadi dari dua arah akibat pekerjaan jalan dan penanganan longsor yang dilakukan oleh Kontraktor PT. Maya Persada, sehingga keadaan tersebut menjadi sorotan masyarakat karena sangat mengganggu aktivitas lalu lintas.

Salah satu warga Enrekang, berinisial MA, menyampaikan kepada wartawan pada hari Selasa, 12 Agustus 2025, bahwa ia menduga kontraktor pelaksana pekerjaan tersebut mengabaikan prosedur teknis dan metode pelaksanaan yang seharusnya tidak mengabaika kelancaran lalu lintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan Warga, Proyek Jalan Nasional Ruas Sidrap-Enrekang Picu Kemacetan: Rawan Kecelakaan

MA mengatakan bahwa titik jalan yang amblas semestinya ditimbun dengan pasir batu lalu dipadatkan dengan fibro, karena jalan tersebut sebenarnya cukup luas dan tidak akan mengganggu proses pekerjaan jika penanganan awal dilakukan untuk melancarkan arus kendaraan.

“Saya sangat menduga ada unsur kesengajaan dari pihak kontraktor dan pihak terkait untuk membiarkan keadaan tersebut demi keuntungan pribadi, padahal anggaran untuk pekerjaan tersebut sangat besar,” ungkap MA.

PPK 23 Balai Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Munarman, yang ditemui di lokasi pekerjaan, menjelaskan bahwa anggaran untuk pembenahan dan perbaikan jalan guna memperlancar arus lalu lintas sudah termasuk dalam anggaran pekerjaan penanganan longsor yang sedang dilakukan. Namun, di lapangan, mereka menghadapi beberapa kendala jika ingin menimbun jalan yang amblas.

“Sebenarnya awalnya kami sudah akan melakukan penimbunan dan memperluas jalan yang amblas, tetapi kami dilarang oleh warga karena takut rumah mereka longsor dan amblas,” jelas Munarman.

“Kontraktor juga khawatir jika ditimbun akan menyebabkan amblas lagi dan menutupi pekerjaan pengecoran tiang pancang yang sedang dilakukan,” tandasnya.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

K-OFPN Digugat di PHI Medan, Persidangan Masuki Agenda Pemeriksaan Saksi
Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang
Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis
Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang
Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya
Kuliah Berbasis Lapangan, Mahasiswa Program Studi PKO UNIMEN Praktek Panjat Tebing di Mandu Tontonan
Rektor UNIMEN Rombak Struktur Pejabat, Bidik Performa Kampus Makin Kompetitif
Sambut Usia Perak Kota Tasikmalaya, Kecamatan Bungursari Gelar Pesta Rakyat hingga Launching Inovasi BiVaSS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:21 WIB

K-OFPN Digugat di PHI Medan, Persidangan Masuki Agenda Pemeriksaan Saksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Dugaan Pengondisian Lelang Proyek: Nilai HPS Berubah Drastis Usai Tender Ulang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Polsek Kuala Cenaku Datangi Desa Kuala Mulia, Salurkan Bansos hingga Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dana Rp6,8 Miliar Tanpa Kepastian, Nasabah Prioritas Luapkan Emosi di Bank Mandiri Tasikmalaya

Berita Terbaru

Berita terbaru

Kepergok Curi Motor di Natar, Polisi Sita 7 Mata Kunci T dan 2 Gagang

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB