Arus Mudik Garut Tersendat, Pasar Tumpah Picu Antrean Panjang

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP – Lalu lintas di jalur selatan Jawa Barat, tepatnya di wilayah Tarogong Kidul, Garut, mengalami kemacetan cukup parah pada Rabu (18/3/2026).

Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar 7 kilometer, dipicu oleh aktivitas pasar tumpah di kawasan Pasar Lewo yang menggunakan sebagian badan jalan.

Kepadatan terjadi dari Pasar Lewo hingga Selagedang. Lonjakan volume kendaraan pemudik yang melintas memperparah situasi, membuat arus lalu lintas bergerak sangat lambat, bahkan beberapa kali berhenti total di titik-titik tertentu.

Dari pantauan di lapangan, kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa merayap dalam antrean panjang.

Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pemudik yang tengah melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

Salah satu pemudik, Dimas, mengungkapkan dirinya telah terjebak kemacetan selama kurang lebih dua jam saat menempuh perjalanan dari Bandung menuju Banjarnegara.

Ia mengaku hanya bisa bersabar karena kondisi tersebut kerap terjadi saat puncak arus mudik.

“Sudah sekitar dua jam terjebak. Mau tidak mau harus sabar, apalagi ini momen mudik,” ujarnya.

Sementara itu, warga setempat yang berprofesi sebagai juru parkir menyebut kemacetan di kawasan tersebut bukan hal baru.

Aktivitas pasar tumpah yang rutin digelar setiap hari Rabu menjadi salah satu penyebab utama kepadatan lalu lintas.

“Setiap Rabu memang selalu padat. Banyak warga datang ke pasar, biasanya juga setelah pengajian, jadi kendaraan menumpuk di jalan,” jelasnya.

Keberadaan pedagang yang memanfaatkan badan jalan membuat ruang bagi kendaraan menjadi terbatas.

Saat jumlah kendaraan meningkat, terutama di musim mudik, kondisi ini otomatis memicu kemacetan panjang.

Pengguna jalan pun diimbau untuk lebih bijak dalam merencanakan perjalanan.

Menggunakan jalur alternatif serta menghindari waktu-waktu sibuk seperti saat aktivitas pasar berlangsung dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko terjebak macet.

Situasi ini juga menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk segera melakukan penataan, baik dari sisi lalu lintas maupun penertiban aktivitas di tepi jalan.

Terlebih, jalur selatan merupakan salah satu jalur utama yang dilalui pemudik, sehingga kelancaran arus kendaraan menjadi hal yang sangat penting.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sanksi Adat Tegas di Jeneponto: Pelaku Asusila Dilarang Masuk Seumur Hidup
Indonesian Legendary Songs: Satu Panggung, Seribu Kenangan Bersama Musisi Tasikmalaya
Pembangunan Sekolah Rakyat akan Segera Terwujud di Kabupaten Pakpak Bharat
SSB Galuh Mekanis Asah Mental dan Strategi di Guruminda Cup HUT Kabupaten Ciamis
Mengurai Benang Kusut Proyek Fiktif Badampu–Bantayum: Rp400 Juta Menguap, Siapa Aktor Utamanya?
Bupati Jeneponto Terima Tim SSB Turatea City U-11, Apresiasi Juara Piala Soccer For Equality Sulsel 2026
Dari Tasikmalaya Menuju Istana: Muhamad Alwi Lolos Audisi Gita Bahana Nusantara 2026
Target PSSI Kota Tasikmalaya: Sukseskan Piala Soeratin, Bidik Tuan Rumah Seri Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:33 WIB

Sanksi Adat Tegas di Jeneponto: Pelaku Asusila Dilarang Masuk Seumur Hidup

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:15 WIB

Indonesian Legendary Songs: Satu Panggung, Seribu Kenangan Bersama Musisi Tasikmalaya

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:46 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat akan Segera Terwujud di Kabupaten Pakpak Bharat

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:15 WIB

SSB Galuh Mekanis Asah Mental dan Strategi di Guruminda Cup HUT Kabupaten Ciamis

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:16 WIB

Mengurai Benang Kusut Proyek Fiktif Badampu–Bantayum: Rp400 Juta Menguap, Siapa Aktor Utamanya?

Berita Terbaru