Euforia Hari Jadi ke 393, Ketum AMT: Kabupaten Tasikmalaya Belum Merdeka!

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – 393 Tahun sudah kabupaten Tasikmalaya berdiri. Sebuah usia yang matang usia yang seharusnya mencerminkan kemajuan.

Namun hari ini ditengah tengah gemerlap acara peringatan hari jadi kabupaten Tasikmalaya, masih banyak luka yang belum disembuhkan.

Riswara Nugroho Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya (AMT) menyebut, Kabupaten ini belum benar benar merdeka.

Menurutnya, Kabupaten Tasikmalaya belum merdeka dari insfratruktur jalan yang rusak yang tersebar diberbagai pelosok desa.

“Akses yang buruk membuat ekonomi ekonomi di pedasaan tak bergerak. Sementara dipusat kota jalan jalan mulus seolah hanya dinikmati segelintir wilayah,” ungkapnya, Sabtu (26/07/2025).

Selain itu, Kabupaten Tasikmalaya juga belum merdeka dalam hal pendidikan, banyak sekolah di pelosok pelosok minim akan Fasilitas yang layak, anak anak harus berjuang untuk belajar dalam keterbatasan.

Bahkan, Kabupaten Tasikmalaya juga belum merdeka dari masalah kesehatan, fasilitas kesehatan yang layak masih jadi barang langka di kabupaten Tasikmalaya terkhusus daerah terpencil.

“Puskesmas jauh dan peralatan medis minim. Dan masyarakat harus menempuh perjalanan panjang, tak sedikit yang kalah oleh waktu,” cetus Riswara Nugroho.

Dirinya sebagai anak anak muda kabupaten Tasikmalaya pun belum punya cukup ruang untuk bertumbuh, lapangan kerja dan usaha masih sempit, pelatihan minim, dukungan permodalan sulit dijangkau.

“Kreatifitas kita terbentur realita, tak ada tempat untuk berkembang dirumah kita sendiri. Yang paling menyayat saya, kemiskinan masih nyata, bukan segelintir tapi banyak. Masyarakat yang hidup dalam keterbatasan seakan menjadi bagian dari pemandangan yang dianggap wajar,” bebernya.

Padahal kabupaten Tasikmalaya sudah berusia 393 tahun yang seharusnya cukup untuk membawa kesejahteraan tapi mengapa ketimpangan masih begitu lebar.

Riswara Nugroho menegaskan, Hari jadi seharusnya menjadi momen refleksi, bukan sekedar seremonial. Tasikmalaya tak butuh pesta megah, tapi butuh perhatian dan langkah nyata, Masyarakat tak butuh janji, tapi butuh bukti nyata.

“Jalan yang layak, sekolah yang manusiawi, fasilitas kesehatan yang memadai dan kesempatan usaha terbuka luas untuk masyarakat,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Patroli Polsek Banyuresmi Kembali Tertibkan Pelajar Bolos Sekolah  
Komisi III DPRD Minta BPN Tegas Soal Dokumen Lahan Lapangan Padel: “Jangan Ada Multitafsir”
Ngarumat Hulu Cai: Paguron Trah Karsid Ingatkan Pentingnya Jaga Alam dan Budaya di Gunung Kokosan
Sidang Kasus Penusukan Cieunteung Diwarnai Aksi Protes Keluarga Korban
Kapolres Garut Sambut Menhan Sjafrie Sjamsudin di Cikelet, Perkuat Keamanan Wilayah Selatan
Ketua Komisi III DPRD Warning Pengelola SPPG Awipari: PBG Tak Akan Terbit Jika Tabrak Sempadan Sungai
Eksekusi Lahan Gereja GKPI Salak Tuntas, Ratusan Personel Gabungan Pastikan Situasi Aman Terkendali
TNI Manunggal Membangun Desa ke-128 Resmi Dibuka di Garut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 22:17 WIB

Patroli Polsek Banyuresmi Kembali Tertibkan Pelajar Bolos Sekolah  

Rabu, 22 April 2026 - 22:01 WIB

Komisi III DPRD Minta BPN Tegas Soal Dokumen Lahan Lapangan Padel: “Jangan Ada Multitafsir”

Rabu, 22 April 2026 - 21:45 WIB

Ngarumat Hulu Cai: Paguron Trah Karsid Ingatkan Pentingnya Jaga Alam dan Budaya di Gunung Kokosan

Rabu, 22 April 2026 - 21:27 WIB

Sidang Kasus Penusukan Cieunteung Diwarnai Aksi Protes Keluarga Korban

Rabu, 22 April 2026 - 19:22 WIB

Kapolres Garut Sambut Menhan Sjafrie Sjamsudin di Cikelet, Perkuat Keamanan Wilayah Selatan

Berita Terbaru

Berita terbaru

Patroli Polsek Banyuresmi Kembali Tertibkan Pelajar Bolos Sekolah  

Rabu, 22 Apr 2026 - 22:17 WIB