Tasikmalaya, MNP – Sosok Abah Wasli, warga Kampung Rancageneng 1 RT 03 RW 02, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari, menjadi potret nyata tentang keikhlasan dan pengabdian tanpa pamrih.
Di usianya yang sudah renta, Abah Wasli setiap hari terlihat menyapu dedaunan kering dan mencabuti rerumputan liar di sekitar kawasan Bale Kota Tasikmalaya, Minggu (15/06/2025).
Saat ditemui tim media di lokasi, Abah Wasli sedang mengumpulkan tumpukan sampah daun yang berserakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ditanya, “Bah, nuju naon?” (Bah, sedang apa?), dengan tenang ia menjawab, “Abah nuju ngamangpaatkeun sesa umur, Jang.” (Abah sedang memanfaatkan sisa umur, Nak),” jelasnya.
Ia mengaku tidak ada yang menyuruh, bahkan tidak pernah menerima upah. “Abah teu aya nu miwarang, paling dipiwarang ku Gusti Alloh. Seja ibadah, ngamangpaatkeun sesa umur samemeh maot,” ucapnya penuh ketulusan.
Sikapnya begitu mulia. Ketika ditawari bantuan untuk diajukan bekerja resmi di lingkungan Pemerintah Kota Abah Wasli menolak dengan halus namun tegas. “Alim ah, Jang. Sieun dosa.” (Jangan, Nak. Takut berdosa),” ungkapnya.
Kemudian Abah menjelaskan, dirinya sadar dengan keterbatasan usia dan kondisi fisik. Matanya sudah tidak sebaik dulu akibat kecelakaan, dan ia takut jika bekerja tidak maksimal, justru menjadi beban dan berdosa.
“Abah sadar diri jang, geus kolot. Ieu mata oge tos rada teu beres. Lamun gawena henteu bener, Abah sieun dosa,” katanya
Lebih lanjut ia melakukannya semata-mata karena panggilan hati.
“Pekerjaan ini Abah niatkan ikhlas lillahi ta’ala. Murni ibadah. Mun aya nu masihan mah syukur alhamdulillah, lamun henteu ogé henteu kunanaon. Ieu panggilan ti Gusti Nu Maha Kawasa,” ujarnya.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan