Legenda Pegiat Alam Abah Bongkeng dan Mamay Apresiasi Komunitas Pegiat di Tasikmalaya

Jumat, 22 Desember 2023 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Djukardi Adriana, yang dijuluki sebagai seorang legenda bagi para pecinta alam, terus menginspirasi dengan langkah-langkahnya yang tanpa lelah dalam menyuarakan pesan kelestarian alam di Indonesia.

Dikenal sebagai Abah ‘Bongkeng’ sejak pendidikan di perhimpunan Wanadri pada tahun 1973, pria ini kini aktif berkiprah di EAST Indonesia (Eiger Adventure Service).

Beliau tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajarkan teknik berkegiatan di alam bebas sambil memegang teguh prinsip-prinsip konservasi alam.

Seiring dengan gelaran Tasik Baseuh Enjoy ke-8 yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Januari, Abah Bongkeng memberikan apresiasi kepada Komunitas Pegiat Alam yang tergabung dalam Republik Aer Tasikmalaya.

Abah mengakui dan mengapresiasi atas dedikasinya dalam menginisiasi dan mengkampanyekan konservasi sungai Ciwulan.

Menurut Abah Bongkeng, ancaman terhadap habitat dan kelestarian sungai di Indonesia semakin meningkat akibat sampah plastik yang mencemari beberapa sungai di Indonesia

Selain Abah Bongkeng Pendaki gunung senior dan pemanjat tebing Indonesia, Mamay S Salim yang merupakan salah satu pendiri EIGER, juga memberikan apresiasi serupa.

Mamay, yang pertama kali mendaki Rinjani pada tahun 1979, menyampaikan pesan penting kepada warga Tasikmalaya agar menjaga alam dan tidak merusak lingkungan.

Baginya, merusak alam bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga berpotensi memakan biaya besar untuk perbaikannya.

“Masyarakat harus disiplin dalam membuang sampah, tidak boleh sembarangan, terutama di atas gunung atau di sungai. Sampah harus dibuang pada tempat yang telah disediakan,” tegasnya, Jumat (22/12/2023).

Apresiasi dari dua figur yang konsisten dalam menjaga kelestarian alam ini menjadi dorongan bagi komunitas pegiat alam di Tasikmalaya untuk terus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Gelaran Tasik Baseuh Enjoy ke-8 diharapkan menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah demi keberlanjutan alam yang kita cintai.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Suslia

Berita Terkait

Fraksi PKB Tasikmalaya Ingatkan Viman-Diky: Pemerintah Jangan Kerja Sendiri, Banyak Target RPJMD Tak Relevan
Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni
Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?
Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD
Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta
Warga Pertanyakan Ketidakseragaman Aturan Barcode BBM di SPBU Kota Tasikmalaya
Distribusikan 2,34 Juta Liter Air Bersih, BPBD Kota Tasikmalaya Juga Petakan Risiko Banjir
Madrasah Al Musytari Lengo Resmi Kantongi Izin Operasional Kemenag Kota Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Fraksi PKB Tasikmalaya Ingatkan Viman-Diky: Pemerintah Jangan Kerja Sendiri, Banyak Target RPJMD Tak Relevan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta

Berita Terbaru