Refleksi Hari Kartini: Masih Banyak Perempuan yang Berjuang untuk Kesetaraan

Kamis, 24 April 2025 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Dalam memperingati Hari Kartini, Laura Natalia Tatiratu Wakil Ketua II Bidang Eksternal KOPRI INU Tasikmalaya mengungkapkan harapan besarnya

Laura ingin merefleksikan peran penting perempuan dalam masyarakat dan tantangan yang masih dihadapi perempuan.

Sosok Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh perempuan Indonesia yang berjuang untuk hak-hak perempuan dan pendidikan, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang terutama seorang perempuan.

Namun, masih banyak perempuan yang berjuang untuk kesetaraan dan keadilan sampai hari ini. Dari kesenjangan ekonomi hingga kekerasan berbasis gender, perempuan masih menghadapi banyak tantangan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sebagai perempuan, Laura percaya bahwa kita harus terus berjuang untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua orang.

Menurutnya, bukan semata-mata harus sama dengan laki-laki, bahkan jika seperti itu sudah jelas laki-laki dan perempuan itu beda dalam kodratnya,

“Tapi yang perlu kita perjuangkan dan harus dipastikan bahwa perempuan memiliki hak yang sama sebagai manusia, akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi,” ucap Laura, Kamis (24/04/2025).

Faktanya, Ketidakadilan Gender Nyata Terjadi di berbagai sektor.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Taufik Nurrohim, S.Psi, mengungkapkan, data terkini menunjukkan adanya disparitas yang signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek, antara lain:

Pendidikan: Kurang dari 18% perempuan di pedesaan melanjutkan perguruan tinggi. Sementara angka partisipasi kasar SMA/SMK perempuan hanya 82%, lebih rendah dibandingkan laki-laki yang mencapai 86%.

Ketenagakerjaan: Hanya 55% perempuan yang aktif dalam angkatan kerja, jauh di bawah angka partisipasi laki-laki yang mencapai 82%. Selain itu, sebanyak 65% perempuan bekerja di sektor informal tanpa perlindungan hukum.

Kesehatan: Angka Kematian Ibu (AKI) di pedesaan masih tinggi, yakni 150 per 100.000 kelahiran, sementara target nasional adalah 70 per 100.000.

Politik: Representasi perempuan di DPRD Jawa Barat masih rendah, yakni 22,5%, jauh dari target kuota nasional sebesar 30%.

Lantaran itu, Laura menyebut, masih banyak sekali pekerjaan rumah (PR) sebagai perempuan. Maka dari itu perempuan harus terus berjuang untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap persoalan perempuan.

“Selain itu, perempuan harus memastikan bahwa suara perempuan didengar dan dihargai dalam semua level pemerintahan dan masyarakat,” ungkap Laura.

Dalam memperingati Hari Kartini, dirinya berharap dapat terus meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap persoalan perempuan.

“Mari berjuang untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua orang,” pungkas Laura.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 
Wabup Pakpak Bharat Hadiri Pisah Sambut Kepala Kantor BPN, Ingatkan Keunikan Sistem “Sukit Ni Talun”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:19 WIB

Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB