Tasikmalaya, MNP – Dalam memperingati Hari Kartini, Laura Natalia Tatiratu Wakil Ketua II Bidang Eksternal KOPRI INU Tasikmalaya mengungkapkan harapan besarnya
Laura ingin merefleksikan peran penting perempuan dalam masyarakat dan tantangan yang masih dihadapi perempuan.
Sosok Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh perempuan Indonesia yang berjuang untuk hak-hak perempuan dan pendidikan, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang terutama seorang perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, masih banyak perempuan yang berjuang untuk kesetaraan dan keadilan sampai hari ini. Dari kesenjangan ekonomi hingga kekerasan berbasis gender, perempuan masih menghadapi banyak tantangan dalam berbagai aspek kehidupan.
Sebagai perempuan, Laura percaya bahwa kita harus terus berjuang untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua orang.
Menurutnya, bukan semata-mata harus sama dengan laki-laki, bahkan jika seperti itu sudah jelas laki-laki dan perempuan itu beda dalam kodratnya,
“Tapi yang perlu kita perjuangkan dan harus dipastikan bahwa perempuan memiliki hak yang sama sebagai manusia, akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi,” ucap Laura, Kamis (24/04/2025).
Faktanya, Ketidakadilan Gender Nyata Terjadi di berbagai sektor.
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Taufik Nurrohim, S.Psi, mengungkapkan, data terkini menunjukkan adanya disparitas yang signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek, antara lain:
Pendidikan: Kurang dari 18% perempuan di pedesaan melanjutkan perguruan tinggi. Sementara angka partisipasi kasar SMA/SMK perempuan hanya 82%, lebih rendah dibandingkan laki-laki yang mencapai 86%.
Ketenagakerjaan: Hanya 55% perempuan yang aktif dalam angkatan kerja, jauh di bawah angka partisipasi laki-laki yang mencapai 82%. Selain itu, sebanyak 65% perempuan bekerja di sektor informal tanpa perlindungan hukum.
Kesehatan: Angka Kematian Ibu (AKI) di pedesaan masih tinggi, yakni 150 per 100.000 kelahiran, sementara target nasional adalah 70 per 100.000.
Politik: Representasi perempuan di DPRD Jawa Barat masih rendah, yakni 22,5%, jauh dari target kuota nasional sebesar 30%.
Lantaran itu, Laura menyebut, masih banyak sekali pekerjaan rumah (PR) sebagai perempuan. Maka dari itu perempuan harus terus berjuang untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap persoalan perempuan.
“Selain itu, perempuan harus memastikan bahwa suara perempuan didengar dan dihargai dalam semua level pemerintahan dan masyarakat,” ungkap Laura.
Dalam memperingati Hari Kartini, dirinya berharap dapat terus meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap persoalan perempuan.
“Mari berjuang untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua orang,” pungkas Laura.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan