Putra Daerah ini Usulkan Solusi Maraknya Bencana Alam di Enrekang

Sabtu, 19 April 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Salah satu Akademisi yang merupakan putra daerah Massenrenpulu Enrekang, Dr.Siswanto Rawali menyatakan keprihatinannya terhadap seringnya terjadi musibah longsor dan banjir bandang di Enrekang

Siswanto dalam pernyataannya kepada wartawan berpendapat dan memberi usulan solusi terhadap masalah ini sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban moral sebagai putra daerah.

Menurut pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Lambung Mangkurat, banjir bandang seperti ini bukan berdiri sendiri, pasti ada hubungannya dengan aktivitas manusia.

Siswanto menyebut, jika dicermati, memang luar biasa saudara saudara di daerah Duri dalam mengolah lahan yang sebelumnya tidak ada harapan menjadi kebun kebun bawang yang subur.

Puncak dan lereng lereng gunung yang tandus disulap jadi hamparan hijau daun bawang. Pemanfaatan pompanisasi air dari sungai menjadi kunci kesuburan tanah.

Namun lanjut Siswanto, ada hal yang tidak lagi dipedulikan dan di sini letak masalah utamanya.

Rumput semak dan pohon yang selama ini menjadi penahan dan penyelamat erosi tanah ketika terjadi hujan sudah berganti tanaman bawang.

“Tidak ada lagi ruang yang disediakan karena sejengkal tanah itu semuanya bernilai cuan,” jelas Siswanto kepada wartawan, Sabtu (19/04/2025).

Hasilnya sudah terlihat seperti sekarang ini hujan sedikit saja sudah membuat kalang kabut.

“Bagaimana kira-kira kalau hujan deras dan lama?. Semoga kita segera menyadari kekeliruan selama ini,” kata Siswanto.

Dirinya meminta izin berbagi pendapat dan solusi untuk keselamatan kampung halaman tercinta Bumi Massenrempulu sebagai berikut:

1. Gerakan Pertanian yang Selamat. Petani harus ikuti aturan. Lahan yang menurut aturan RTRW tidak boleh ditanami bawang, jagung dan hortikultura yang berakar serabut, maka harus ditaati.

Aktifkan penyuluh pertanian mengawal cara bertani rakyat supaya sesuai dgn kondisi dan daya dukung lahan.

2. Kebun kebun di daerah kemiringan harus ditata sistem terasering horisontal. Tujuannya untuk membantu menahan dan memperlambat laju debit air hujan.

3. Pemerintah Daerah menertibkan kembali perda aturan penebangan pohon walau di kebun sendiri yg dibuat era Bupati H. La Tinro La Tunrung.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Miris! Atap Plafon Ditopang Kayu, Ruang Kelas di SDN Lebakgede Tasikmalaya Terancam Ambruk
Setelah Viral Dugaan Proyek Fiktif, Rumput di Lokasi Badampu–Bantayum Mendadak Layu, Ada Apa?
Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya
Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang
O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini
Efek Donor Darah di Puskesmas Bungursari: Sehat untuk Diri Sendiri, Berkah untuk Sesama
Gandeng UPTD PPA, Media Nasional Potret Sukses Edukasi Ribuan Siswa SMAN 10 Tasikmalaya 
Seru dan Edukatif! Media Nasional Potret, Edukasi Bahaya Bullying dan Narkoba di SMAN 10 Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:01 WIB

Miris! Atap Plafon Ditopang Kayu, Ruang Kelas di SDN Lebakgede Tasikmalaya Terancam Ambruk

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:04 WIB

Setelah Viral Dugaan Proyek Fiktif, Rumput di Lokasi Badampu–Bantayum Mendadak Layu, Ada Apa?

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:01 WIB

Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:44 WIB

Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:46 WIB

O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini

Berita Terbaru