Sebulan dikerjakan Aspal di Jalan A Nasution Rusak, MGP Sebut Hamburkan Uang Negara

Selasa, 13 September 2022 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Proyek pembangunan jalan A Nasution Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya dinilai asal jadi dan menghamburkan uang negara.

Indikatornya, aspal jalan tersebut sudah terkelupas dan berlubang, padahal baru satu bulan selesai dikerjakan. Namun kenyataannya aspal sudah terkelupas, sehingga terjadi lobang lobang.

Hasil pantauan MNP, kondisi aspal sudah terkelupas dan retak akibat diguyur hujan. Sementara informasi dari masyarakat setempat, bahwa jalan A Nasution Mangkubumi tersebut belum juga sebulan, tapi kondisinya sudah rusak.

Ketua DPC Manggala Garuda Putih (MGP) Kota Tasikmalaya Lili Somantri SPd mengatakan, pengerjaan proyek peningkatan pengaspalan jalan tersebut di kerjakan oleh salah satu PT yang ada di kota Tasikmalaya.

“Pengerjaannya malam hari tanpa memakai papan informasi pula, alhasil bisa kita lihat sekarang,” ungka Lili, Selasa (13/09/2022).

Pihaknya dari MGP merasa kecewa, karena pengerjaanya diduga asal-asalan. sebab, baru saja satu bulan aspal sudah rusak, yang dikhawatirkan dengan kondisi seperti malah menjadi penyebab kecelakaan.

Senada, sekretaris DPC Manggala Garuda Putih Yudi Hernadi kecewa dengan hasil pengaspalan tersebut.

“Bila hasilnya seperti ini, kami sebagai penerima manfaat sangat kecewa dan tidak mau menerimanya, karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya.

Yudi berharap, agar pihak terkait bisa meninjau lokasi jalan A Nasution dan segera memperbaiki, karena jalan tersebut masih dalam pemeliharaan dari pelaksanaan kegiatan, supaya uang rakyat jangan terbuang begitu saja.

“Kami mewakili masyarakat Mangkubumi berharap agar pemerintah bisa memperhatikan pengerjaan peningkatan jalan ini. Jangan hanya menghamburkan uang negara yang berimbas merugikan masyarakat banyak,” tegasnya.

Yudi mengaku prihatin dan sangat menyayangkan dengan hasil pekerjan proyek tersebut, pasalnya anggaran yang digelontarkan tidak sedikit.

“Sangat miris sebenarnya, karena uang pemerintah yang digelontarkan buat kepentingan umum, namun hasil pekerjaanya tidak memuaskan”, pungkas Yudi.

“Kami meminta Dinas Bina marga provinsi segera turun ke lokasi untuk segera memperbaiki, bila perlu memanggil pihak pemborong dan memberikan teguran,” tutupnya. (sn)

Loading

Berita Terkait

Manfaatkan Potensi Alam, Situ Batu Mongot Digadang Jadi Ikon Wisata Baru di Kota Tasikmalaya
Pantura Pemalang Kembali Telan Korban Jiwa, Rizal Bawazier Desak Polisi Tindak Tegas Truk Sumbu 3
Otonomi Daerah Jangan Jadi Formalitas: Kendaraan Perusahaan, Pajak Kemana Mengalir?
Kawal Proses PK-2 di Mahkamah Agung, Usut Dugaan ‘Kongkalikong’ Mafia Tanah Tol Cisumdawu
Babak Baru Kasus Pelecehan Pedagang Bakso: Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Kunci
Tergiur Imbalan, Karyawan Swasta di Garut Kota Nekat Jadi Perantara Narkoba
Pakpak Bharat Menuju Swasembada Energi: Progres PLTA Kombih III Terus Dikawal Ketat
Opini: Dana PBBKB—Uang Rakyat yang Tersesat di Lorong Birokrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 13:51 WIB

Manfaatkan Potensi Alam, Situ Batu Mongot Digadang Jadi Ikon Wisata Baru di Kota Tasikmalaya

Minggu, 26 April 2026 - 10:49 WIB

Pantura Pemalang Kembali Telan Korban Jiwa, Rizal Bawazier Desak Polisi Tindak Tegas Truk Sumbu 3

Minggu, 26 April 2026 - 10:28 WIB

Otonomi Daerah Jangan Jadi Formalitas: Kendaraan Perusahaan, Pajak Kemana Mengalir?

Sabtu, 25 April 2026 - 19:46 WIB

Kawal Proses PK-2 di Mahkamah Agung, Usut Dugaan ‘Kongkalikong’ Mafia Tanah Tol Cisumdawu

Sabtu, 25 April 2026 - 18:53 WIB

Babak Baru Kasus Pelecehan Pedagang Bakso: Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Kunci

Berita Terbaru