TASIKMALAYA, MNP – Semangat untuk memajukan daerah kembali ditunjukkan oleh tokoh masyarakat sekaligus pengusaha, H. Ade Hermawan.
Setelah sukses menghibahkan lahan untuk pembangunan SMAN 11 Tasikmalaya, kini ia tengah mengembangkan potensi wisata alam “Situ Batu Mongot” di Kampung Gunung Mongot, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
Di atas lahan seluas kurang lebih 4,5 hektar, H. Ade melihat adanya potensi besar berupa situ alami dengan hamparan bebatuan yang eksotis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengembangan kawasan ini diniatkan untuk membantu pemerintah dalam membuka lapangan kerja serta menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pemerintah memiliki kewajiban membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Karena saat ini mencari kerja sulit, kami hadir untuk membantu pemerintah menyediakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar,” ujar H. Ade saat menjelaskan visinya bagi Situ Baru Mongot, Minggu (26/04).
Menurutnya, sektor pariwisata akan membawa dampak domino terhadap ekonomi masyarakat, mulai dari pajak, retribusi, hingga pengolahan produk UMKM lokal. Ia berharap investasi yang ia tanamkan dapat menjadi berkah bagi pembangunan Kota Tasikmalaya.
“Uang dari kita, untuk kita lagi demi pembangunan. Saya pribadi ingin ikut memeriahkan peluang kerja di sektor wisata ini,” tambahnya.
Namun, di balik niat baik tersebut, H. Ade Hermawan juga menyampaikan aspirasi kritis terkait iklim investasi di Kota Tasikmalaya. Ia meminta pemerintah lebih peka terhadap kesulitan pelaku usaha, terutama dalam hal birokrasi perizinan.
“Kami berharap perizinan dimudahkan dengan transparansi. Jangan sampai dipersulit. Pengalaman selama ini, perizinan terasa mahal, tertutup, dan memakan waktu lama. Pemerintah harus terbuka dan cepat agar pelaku usaha semangat berkontribusi,” tegasnya.
H. Ade menambahkan, kehadiran Situ Batu Mongot diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan tempat refreshing yang berkualitas namun tetap terjangkau, di tengah fenomena naiknya harga kebutuhan pokok seperti beras dan BBM.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon wisata baru di Kota Tasikmalaya. Berbagai fasilitas telah direncanakan untuk dibangun, mulai dari gedung serbaguna untuk acara pernikahan di bagian depan, kafe, restoran, wahana permainan anak, kolam renang, hingga hotel.
“Situ ini potensial menjadi primadona kedepan. Dulu untuk melihat air bersih harus ke Gunung Sawal, tapi sekarang di sini air melimpah. Saya sumbangkan gagasan ini agar bisa dinikmati semua masyarakat Tasikmalaya. Niat baik, insyaallah hasilnya baik,” tutup H. Ade.
![]()
Penulis : Red









Tinggalkan Balasan