Tasikmalaya, MNP – Massa yang tergabung dalam pendukung Paslon 2 Cawalkot Ivan – Dede menggeruduk Bawaslu Kota Tasikmalaya atas hasil pilkada serentak.
Kedatangan massa ditenggarai kinerja Bawaslu kota Tasikmalaya atas pembiaran praktek money politik salah satu Paslon yang telah terang terangan membeli suara ke masyarakat utk memenangkan pasangan no urut 4 Viman – Dicky.
Dalam aksi tersebut, massa yang dipimpin Ketua Yayasan Padi Iwan tersebut membakar ban bekas seraya berorasi mengungkapkan kekecewaan atas carut marut pelaksanaan Pilkada dan menyimpang dari aturan demokrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Iwan menyebut, pasca hasil semalam yang diumumkan KPU Kota Tasikmalaya sangat kacau, dimana fungsi Bawaslu Kota Tasikmalaya yang duduk diam dan tidak memproses kecurangan dengan proses hukum.
“Percuma ada Bawaslu kalau hak ini dibiarkan, yang akan menjadi korban adalah masyarakat banyak. Dengan kata lain Bawaslu telah ikut membantu melahirkan pemimpin yang tidak sejalan dengan hati nurani rakyat,” ujarnya, Kamis (28/11/2024).
Menanggapi itu, Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Zaki Pratama Sauri ketika dikonfirmasi permasalahan pilkada belum memberikan statement dan jawaban jelas atas reaksi kekecewaan pendukung Paslon no 2.
Zaki Pratama Sauri hanya duduk diam. Sementara, massa aksi akan menduduki kantor Bawaslu kota Tasikmalaya untuk menunggu kesimpulan dan tanggapan Bawaslu.
Pantauan wartawan, dalam aksi ini terlihat sejumlah ormas dan LSM yang mendukung pasangan calon nomor 2 Ivan-Dede.
![]()
Penulis : Yudi Hernadi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan