Bogor, MNP – Program lanjutan proyek peningkatan jalan Pasar Dramaga – Petir Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, yang mestinya sudah dapat dilaksanakan 26 September 2024 lalu, faktanya hingga sekarang belum berjalan.
Usut punya usut ternyata masih terkendala urusan non teknis di lapangan. Hal tersebut, menurut Camat Dramaga, Atep S Sunaryo, memang diminta pihak Forkopimcam untuk menahan dulu eksekusi di pelaksanaannya
Alasannya agar kontraktor pelaksana menggelar rapat sosialisasi terlebih dulu, kepada warga terdampak proyek, dengan pihak pemerintahan terkait wilayah pelaksanaan proyeknya tersebut, termasuk para tokoh masyarakat di wilayah masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakan Atep, hal ini penting dilakukan, agar warga teredukasi lebih dahulu wawasannya, sebelum segala kegiatan di pelaksanaan proyeknya itu berjalan. Biar warga faham dan mengetahuinya, kapan dimulainya dan seperti apa saat pelaksanaannya nanti.
Selain itu terang Atep, ini bertujuan mengedukasi, untuk konteks keterbukaan informasi dan transparansi pelaksanaan kerjanya, yang dilaksanakan penyedia jasa dan konsultan pengawas di lapangan, itu dibantu warga penerima manfaatnya juga.
“Agar warga Kita tidak hanya bisa mengeluhkan buruknya ruas jalan, hanya menikmati hasil pembangunannya, tapi harus tahu dan peduli pada prosesnya juga,” jelas Atep.
Atep menambahkan, bahwa pentingnya rapat sosialisasi ini juga agar kontraktor mau mendengar masukan warga serta pemerintahan wilayah setempat (pemerintah desa) selama pekerjaannya berlangsung.
Setelah rapat tersebut tadi dilaksanakan, diagendakan kembali rapat sosialisasi selanjutnya, hari Jumat Lusa, di Aula Kantor Desa Petir (4/10/2024). Dan jika tanpa kendala lagi, pada hari Minggunya, pengerjaan sudah dapat dilaksanakan.
Demikian dikatakan Camat Dramaga, Atep S Sumaryo, saat menjawab pertanyaan dari wartawan, serta beberapa media lainnya, Rabu (2/10/2024) di kantornya.
Untuk diketahui, di medium September tahun 2024 ini, wilayah Dramaga mendapat kan Tiga titik pembangunan infrastruktur, yang pertama pembangunan DPT/Dinding Penahan Tebing, di wilayah Desa Sukadamai, itu usulan desa empat tahun yang lalu.
Yang kedua ini, peningkatan Jalan Kabupaten di wilayah Desa Neglasari dan Petir, ini yang mestinya selesai pada 2023 lalu, namun terkendala banyak hal, dilanjut tahun ini oleh kontraktor yang baru. Dan yang ketiga, di wilayah Desa Babakan, itu tepatnya jalan Kabupaten depan SMP Negeri 1 Dramaga dan SDN 4 Babakan.
Yang mana sesuai rincian di proyek lanjutan peningkatan ruas jalan Pasar Dramaga – Petir, itu masih dibagi dalam 3 Segment (Betonisasinya), durasi pelaksanaannya 109 hari kalender. Segment 3 di wilayah Desa Petir, volume yang tersisa (-+) 80 meter.
Segment 2 dan 1, di wilayah Desa Neasari. Di segment 2 volumenya (-+) 227 meter, di segment 1 (-+) 443 meter. Dengan total volume proyek yang akan dilanjutkan nanti menjadi (-+) 800 meter-an.
“Mudah mudahan lah semua pelaksanaannya itu berjalan lancar. Kemudian perbaikan jalan Kampung Sawah Baru di sekitar Duta Berlian Hotel, Kami harapkan terealisasi dari perubahan anggaran di tahun ini juga, hingga dapat segera dilaksanakan. Kami juga menghimbau ke warga masyarakat, agar bersabar selama proses peningkatan ruas jalan ini dilaksanakan,” pungkas Atep.
Berbeda, H. Pepen Supendi, Kades Sukadamai, di dalam sesi dialog bersama rapat sosialisasi tersebut sempat lontarkan keluhan bernada tinggi, khusus kepada pihak kontraktor pelaksana.
Hal itu menurutnya berdasarkan apa yang dialami pihaknya, sebelum Covid-19 melanda. Sebuah proyek infrastruktur dikerjakan kontraktor, tetapi malah berbuntut merugikan pada pemerintah desanya.
“Jujur saja Saya, pada saat proyeknya tersebut selesai dikerjakan oleh kontraktor, ujung-ujungnya malah saya harus nombok pengeluaran, sebesar Rp. 7 juta. Itu untuk menutupi kekurangan sisa pekerjaan yang ditinggalkan oleh si kontraktor,” ucap Pepen.
“Makanya dengan ada giat sosialisasi seperti ini, Saya mah sangat mengapresiasi, karena jelas faedahnya bermusyawarah, untuk mencapai mufakat.” tandasnya lagi.
Terpisah, Rizwan, mewakili PT. Karya selaku kontraktor pelaksana di pembangunan Dinding Penahan Tebing/DPT, dengan volumenya 134 meter kubik, bentangan DPT 14 meter, di wilayah Desa Sukadamai itu, menyatakan. Pihaknya siap menuruti apa yang diminta pemerintahan desa itu, yang disampaikan di forum rapat sosialisasi.
“Pada prinsipnya, kesemua permintaan yang disampai kan oleh pemerintah desa, atas pembangunan DPT itu akan kami kerjakan nanti, kami siap memenuhi semua permintaan pihak desa tadi, itu wujud profesionalisme di perusahaan Kami, termasuk menerima masukan warga di lokasi pekerjaan Kami, itu sangat perlu bagi Kami,” pungkas Rizwan.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan