Wabup Mutsyuhito Solin Ajak Peran Aktif Lintas OPD dan Pemdes Tekan Stunting di Pakpak Bharat

Selasa, 28 Mei 2024 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Wakil Bupati Mutsyuhito Solin selaku Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Stunting Kabupaten Pakpak Bharat mengungkapkan, stunting disebabkan oleh faktor multidimensi antara lain pola asuh yang kurang optimal.

Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi serta kurangnya asupan gizi mulai dari 1000 hari pertama kehidupan untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berprestasi.

Oleh karenanya, Mutsyuhito Solin menyebut, tantangan ini tentunya harus ditangani secara baik, terukur, terarah dan akuntabel, melalui kerja nyata, kerja tuntas, kerja cerdas dan kerja berkualitas.

“Agar kita tetap bisa membangun generasi masa depan, menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas,” ucap Mutsyuhito Solin saat membuka Rembuk Stunting Aksi ke-3 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa (28/05/2024) di Aula bale Sada Arih, Kantor Bupati Pakpak Bharat.

Kabupaten Pakpak Bharat ditetapkan sebagai salah satu Kabupaten lokus stunting di Indonesia sejak tahun 2019. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting Kabupaten Pakpak Bharat sebesar 30,8%.

Pada tahun 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) turun menjadi 28,9%, namun angka ini masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan ambang batas yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yaitu 20%.

Menurut Mutsyuhito Solin, dengan angka prevalensi stunting masih tinggi, perlu segera diatasi bersama secara terintegrasi mulai tingkat Kabupaten hingga tingkat desa .

“Saya berharap adanya peran aktif para Pimpinan OPD, Instansi Vertikal, Organisasi Masyarakat serta pihak-pihak swasta, bersinergi dan bersatu dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat,” ajak dia kemudian.

Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati memaparkan Hasil Pelaksanaan Aksi 1 dan 2 Dalam rangka Rembuk Stunting Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2024.

Di kesempatan ini pula, Wakil Bupati mengajak segenap hadirin dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat untuk menanda tangani komitmen bersama dalam upaya kegiatan rembuk stunting Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2024.

Loading

Penulis : Benny S

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Edukasi Wartawan, SWI Depok Bedah Risiko Pidana Pajak dalam RUU Perampasan Aset
Geger Penemuan Diduga Hulu Ledak Mortir di Semak Kebun Tarogong Kidul
Purna Tugas, Keteladanan 3 Guru Senior SMPN 1 Petarukan Tetap Dikenang
Ancam Lapor Polisi, Pembeli Desak Fellena Selesaikan Sengketa Jual Beli Tanah di Gunung Cihcir
Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?
Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla
BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi
Jelang Pilkades Serentak Pemalang 2026, Nama Waindun Mencuat di Desa Sungapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:16 WIB

Edukasi Wartawan, SWI Depok Bedah Risiko Pidana Pajak dalam RUU Perampasan Aset

Minggu, 6 September 2026 - 13:00 WIB

Geger Penemuan Diduga Hulu Ledak Mortir di Semak Kebun Tarogong Kidul

Minggu, 6 September 2026 - 12:49 WIB

Purna Tugas, Keteladanan 3 Guru Senior SMPN 1 Petarukan Tetap Dikenang

Minggu, 6 September 2026 - 10:20 WIB

Ancam Lapor Polisi, Pembeli Desak Fellena Selesaikan Sengketa Jual Beli Tanah di Gunung Cihcir

Sabtu, 5 September 2026 - 21:31 WIB

Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?

Berita Terbaru

Berita terbaru

Purna Tugas, Keteladanan 3 Guru Senior SMPN 1 Petarukan Tetap Dikenang

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:49 WIB