Dituding Gelapkan Sapi Bantuan, Ini Klarifikasi Poktan Tunas Harapan II 

Selasa, 19 Maret 2024 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, MNP – Beredar pemberitaan dugaan penggelapan bantuan hibah ternak sapi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Provinsi Lampung oleh Mulyono selaku Ketua Kelompok Ternak Tunas Harapan II di Dusun Umbul Sukiyar, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan ternyata tidaklah benar.

Ketidakakuratan pemberitaan di salah satu media lokal di lampung tersebut, karena tidak mencoba melakukan cek dan ricek ke lokasi serta tidak didukung adanya bukti ternak sapi yang dikelola kelompok ternak Tunas Harapan II yang saat ini berjumlah 29 ekor dari jumlah bantuan sebelumnya 15 ekor.

Selain itu juga, hal tersebut diperkuat berdasarkan keterangan dari masing-masing anggota kelompok yang menyatakan bahwa bantuan ternak sapi itu hingga saat ini tetap masih ada dan terus dikembangkan. Sedangkan sapi yang dijual, adalah hasilnya yakni anakan atau turunan dari sapi indukan bantuan dan sapi milik pribadi yang dijual.

Pantauan media MNP dilokasi, beberapa petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Kabupaten Lampung Selatan bersama UPT Peternakan Sidomulyo mendatangi lokasi.

Mereka (petugas), langsung menemui masing-masing anggota kelompok Tunas Harapan II untuk melihat kondisi sapi bantuan tersebut di kandang.

Dari pantauan di lokasi, hewan ternak sapi bantuan pemerintah itu masih utuh ada di kandang dan dipelihara oleh masing-masing anggota kelompok, dan jumlahnya justru bertambah tidak seperti apa yang diberitakan oleh satu media di lampung diduga digelapkan.

Menurut Mulyono yang di jual 4 ekor itu bukan sapi bantuan melainkan sapi dia sendiri dan tahun lalu juga saya jual 7 ekor itu juga sapi dirinya dan anak sapi bantuan yang sudah dipelihara.

Ditegaskan Mulyono, dirinya tidak menjual sapi bantuan terkait di berikan dinas peternakan sudah turun dan mengecek satu persatu anggota poktan yang melihara sapi setelah di cek sapi bantuan poktan Tunas Harapan 2 berjumlah sebanyak 29 ekor,” jelas Mulyono, Selasa (19/03/2024).

Sementara itu, menurut keterangan Untung selaku anggota poktan melihara sebayak 2 ekor pada tahun 2013. “sekarang sudah menjadi 4 ekor yang ada di kandangnya mas babon yang aslinya beranak 6 kali babon yang kedua mati melahirkan sama anaknya,” ujarnya.

Hal senada yang dikatakan Sumadi, dia juga melihara sapi bantuan 2 ekor sekarang,”  jadi 3 ekor di kandang anaknya ada yang mati dan ada saya jual mas,” kata dia.

Kepala bidang (Kabid) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Lampung Selatan, Muksin mengatakan, pihaknya bersama UPT Peternakan Sidomulyo dan beberapa petugas lainnya turun kelokasi.

Pasalnya, kerena adanya informasi pemberitaan yang diterimanya belum lama ini, terkait dugaan penggelapan bantuan hibah ternak sapi di Kelompok Tunas Harapan II ini.

“Kami datang kesini (Poktan), yakni untuk mengecek informasi yang kami terima itu benar atau tidak,” kata dia saat ditemui media MNP dilokasi.

Setelah di cek kelokasi di masing-masing anggota dan keterangan anggota, kata Muksin, ternak sapi bantuan berjumlah 15 ekor pada tahun 2013 lalu, kini sapi itu berjumlah 29 ekor terdiri dari 14 ekor sapi indukan, 15 ekor anakan dan 3 ekor lagi masih dere.

“Dengan adanya bukti 29 ekor sapi ini setelah cek dilokasi, artinya sapi bantuan itu tidak berkurang atau digelapkan dan malah justru bertambah,” sebutnya.

Ketika disinggung apakah kelompok bisa menjual sapi tersebut, Muksin kembali menegaskan, kelompok bisa menjual tapi untuk anaknya bukanlah indukannya.

Namun sapi indukan bantuan bisa dijual atau digantikan, asalkan kondisinya memang sakit dan sudah tua, sehingga perlu dilakukan peremajaan.

“Boleh dijual hasilnya, yakni anakan atau keterununan dari sapi indukan bantuan itu,”bungkapnya.

Ia menambahkan, bantuan hibah ternak sapi ini diberikan pemerintah kepada kelompok, agar kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kelompok.

“Yang jelas, kalau hasilnya boleh dijual. Karena mereka kan sudah mengurusnya selama ini, maka hasilnya ya boleh saja dijual untuk keperluan mereka,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mulyono, Ketua Kelompok Peternak Tunas Harapan II diduga melakukan penggelapan bantuan hewan ternak sapi putih sebanyak 15 ekor yang dikucurkan oleh pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Provinsi Lampung.

Dari berbagai Informasi yang berhasil dihimpun, pada saat itu di tahun 2012 silam, Disnak-Keswan Provinsi Lampung menggulirkan bantuan Hibah sebanyak 15 ekor sapi kepada Poktan Tunas Harapan II tepatnya Di dusun 6 Umbul Sukiyar RT 1 RW 6, desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.

Bantuan hibah berupa hewan ternak yang bersumber melalui APBD Provinsi Lampung itu bertujuan untuk mensejahterakan perekonomian warga masyarakat setempat.

Tapi sayangnya, bantuan puluhan ekor sapi tersebut dikelola perseorangan oleh Ketua Poktan Tunas Harapan II dengan tidak membagikan kepada anggota Poktan tersebut.

“Sejak diserahkan pemerintah dan hingga sekarang yang mengelola Mulyono, kami para anggota tidak mendapatkan apa-apa,” ujar salah satu anggota Poktan Tunas Harapan II sembari mewanti agar identitasnya di rahasiakan, baru-baru ini.

Lebih jauh sumber ini membeberkan, bantuan sapi yang sebelumnya sebanyak 15 ekor tersebut saat ini hanya tersisa sebanyak 2 ekor. “Kalau ndak percaya, silahkan dicek mas, ada berapa sisanya saat ini,” tambahnya lagi.

Dugaan penggelapan bantuan sapi tersebut dibenarkan Ketua Poktan Tunas Harapan II desa setempat, Mulyono. “Ya memang benar mas.!

“Terakhir saya jual sebanyak empat ekor dan saya bicara jujur apa adanya,” terang Mulyono, kepada awak media, pada Jum’at (15/3/2024)

Mulyono mengaku sengaja menjual sapi tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga untuk membantu biaya pengobatan saudara perempuannya yang kala itu menderita penyakit dalam dan hendak menjalani operasi pada tahun 2022 lalu.

“Mau gimana lagi mas., satu-satunya jalan terpaksa saya harus menjual sapi bantuan tersebut,” ucap Mulyono tanpa berdosa.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Makodim 0612/Tasikmalaya Jadi Arena Simulasi Damkar, Prajurit Dilatih Cepat Tanggap Darurat
Sambangi DPC Demokrat, KPU Kota Tasikmalaya Sosialisasikan PKPU Terbaru
Bupati Inhu Pimpin Penanaman Padi Bersama di Kuala Cenaku, Dukung Ketahanan Pangan
PT BCL Diduga Abaikan Kewajiban Plasma 20 Persen, DPRD: Jelas Melanggar Aturan
Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban
GEGER BAZNAS ENREKANG: Dalih ‘Bukan Uang Negara’ Dibongkar LBH Ansor! Logika Sesat, Amanah Zakat Lebih Suci dari APBN
Ratusan Personel Gabungan Amankan Kirab Budaya dan Karnaval Berkuda di Garut
Ribuan Warga Bogor Barat Menagih Utang Gubernur Jabar, di Hadapan PemKab Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:26 WIB

Makodim 0612/Tasikmalaya Jadi Arena Simulasi Damkar, Prajurit Dilatih Cepat Tanggap Darurat

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:08 WIB

Sambangi DPC Demokrat, KPU Kota Tasikmalaya Sosialisasikan PKPU Terbaru

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:21 WIB

Bupati Inhu Pimpin Penanaman Padi Bersama di Kuala Cenaku, Dukung Ketahanan Pangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:01 WIB

PT BCL Diduga Abaikan Kewajiban Plasma 20 Persen, DPRD: Jelas Melanggar Aturan

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:47 WIB

Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban

Berita Terbaru

Berita terbaru

Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:47 WIB