Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Cuaca extrem, curah hujan berintensitas tinggi dan areal tanah yang memang rawan longsor di atas lokasinya, diduga kuat sebagai penyebab tragedi meninggalnya Bah Bidong.

Salah seorang Linmas dari Desa Petir, Kec. Dramaga, yang meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran.

Peristiwa nahas tersebut ketika dia dan beberapa orang rekannya, itu tengah bekerja bakti di sekitaran lokasi terjadinya longsor. Itu di wilayah Kp. Cinekol, Desa Petir, Kec. Dramaga, pada hari Selasa (5/5/2026).

Berdasar informasi, yang dihimpun di sekitar lokasi kejadiannya, dari beberapa warga yang hadir di proses pengevakuasian si korban, termasuk keterangan dari Kapolsek Dramaga, sesaat setelah korban ditemukan, kurang lebihnya seperti ini kronologi kejadiannya.

Saat itu korban dan semua rekannya tengah kerjabakti di sekitar lokasi kejadian, di sepanjang DPT Kolam Ikan Cinekol, di alur Sungai Cisasah. Untuk membersihkan (DAS) tersebut dari berbagai material sampah, termasuk memangkas beberapa batang pohon bambu di rumpunnya, yang terbawa longsoran kecil sebelumnya, karena telah menutupi alur DAS Cisasah tersebut, hingga datangnya waktu istirahat mereka semua beristirahat sambil makan minum.

Selepas istirahat, di sekitar lokasi kejadian tadi tengah diguyur hujan deras, ketika rekan-rekan korban masih memilih bertahan, dengan alasan riskan karena hujan turun sangat deras.

Korban memaksakan diri melanjutkan pekerjaannya, diduga karena tanggung jawabnya yang tinggi terhadap tugas pekerjaannya itu meskipun hanya kerja bakti. Hingga beberapa kali dicegah oleh rekan-rekannya, korban tak bergeming dengan alasan kagok karena belum beres.

Saat korban tengah fokus untuk menuntaskan tugas pekerjaannya itulah, tanpa disadarinya tiba-tiba tanah tebingan diatasnya longsor dengan longsorannya yang lebih besar, membawakan berbagai materialnya yang ada di dalamnya, sehingga menimpa serta menimbun korban, yang tidak sempat menghindar.

Atas musibah yang terjadi dan yang telah menimpa korban, keluarga korban meminta do’a serta memohonkan maaf untuk korban, dari semua warga sekitar dan unsur lainnya, yang turut hadir dalam proses pengevakuasian korban, di lokasi kejadian.

Mereka juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya, untuk seluruh tim evakuasi gabungan, yang dipimpin Kapolsek Dramaga, IPTU. M. Zalukhu. Yang sudah dengan sukarela dan tulus ikhlas, bahu membahu dengan kompak dan sigap mengevakuasi kan korban, yang merupakan bagian penting dalam keluarga mereka.

Hingga korban pun berhasil ditemukan yang dilakukan dari sekira pukul 13.00 WIB, hingga ditemukannya korban sekira pukul 17.20 WIB, tak jauh dari lokasi terakhir korban terlihat bekerja oleh rekan-rekannya.

Kapolsek Dramaga, IPTU. M. Zalukhu, serta segenap personel Timgab evakuasi korban yang dipimpinnya, di hadapan para wartawan dalam kerumunan warga, menyampaikan tanggapan hingga himbauan.

Menurut Kapolsek, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah RI kini memang sedang tidak baik-baik saja, extrem juga kerap meleset dari prediksi Manusia.

Karena itulah diri nya menghimbau warga di wilayahnya, untuk senantiasa siaga dan waspada, dalam menghadapi kondisi cuaca extrem dan tidak menentu.

Hal itu dipandang penting, untuk mengantisipasi hal – hal buruk tak terduga yang bersifat insiden, termasuk longsor dan bencana alam lainnya.

Untuk kepentingan komunikasi dan kordinasi, Kapolsek meminta seluruh warganya, memanfaatkan Call Center tidak berbayar (110 atau 112), yang akan terkoneksi langsung pada Mako Gabungan Tanggap Darurat-Siaga Bencana, di lingkungan PemKab. Bogor di Cibinong, untuk seluruh wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pecah! Bupati Enrekang Turun Gunung Mapa Dendang, HUT ke 81 RI di Maiwa Ter-Meriah dalam Sejarah
Heboh! Gelak Tawa Pegawai se-Kecamatan Indihiang Pecah di Lomba Tradisional HUT RI
Asep Endang M Syams: 81 Tahun Merdeka, Perjuangan Melawan Ketimpangan Belum Selesai
Mafirion Desak Agrinas Evaluasi Mitra Perkebunan Pemicu Konflik di Riau
Penuh Gelak Tawa, Warga Dusun Sekayan Deras Antusias Ikuti Lomba 17-an
Rajut Kebersamaan, Warga Mutiara Citra Tasikmalaya Tumplek Ikuti Lomba HUT RI
Semangat Kemerdekaan Dusun Lumu Kampung, Warga Teluk Sungkai Antusias Ikuti Perlombaan 
Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke-81 di Kabupaten Jeneponto Berlangsung Khidmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Pecah! Bupati Enrekang Turun Gunung Mapa Dendang, HUT ke 81 RI di Maiwa Ter-Meriah dalam Sejarah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Heboh! Gelak Tawa Pegawai se-Kecamatan Indihiang Pecah di Lomba Tradisional HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Asep Endang M Syams: 81 Tahun Merdeka, Perjuangan Melawan Ketimpangan Belum Selesai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Mafirion Desak Agrinas Evaluasi Mitra Perkebunan Pemicu Konflik di Riau

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Penuh Gelak Tawa, Warga Dusun Sekayan Deras Antusias Ikuti Lomba 17-an

Berita Terbaru

Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Riau II, H. Mafirion

Berita terbaru

Mafirion Desak Agrinas Evaluasi Mitra Perkebunan Pemicu Konflik di Riau

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:19 WIB

Berita terbaru

Penuh Gelak Tawa, Warga Dusun Sekayan Deras Antusias Ikuti Lomba 17-an

Senin, 17 Agu 2026 - 20:35 WIB