Muhammadiyah Usul Peniadaan Sidang Isbat, Begini Tanggapan PBNU

Sabtu, 9 Maret 2024 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MNP – Usulan Muhamadiyah terkait peniadaan sidang isbat untuk menentukan awal bulan puasa atau 1 Ramadhan mendapat tanggapan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, sidang isbat sudah menjadi aturan dari pemerintah. Sehingga butuh proses yang panjang untuk menghapusnya.

“Enggak bisa, misalnya Menteri Agama tiba-tiba bilang tahun ini enggak ada sidang isbat. Kalau gitu kami juga akan protes karena sudah jadi aturan,” kata Yahya dalam jumpa pers di Jakarta Pusat pada Sabtu, (9/03/2024).

Yahya menyebut, sebetulnya sidang isbat diselenggarakan untuk menjaga harmoni masyarakat. Terutama pada saat Ramadan dan Idul Fitri.

“Setahu saya, bahkan dulu yang mengusulkan sidang isbat itu dari Muhammadiyah,” ujar Yahya.

Dirinya menegaskan, Nahdlatul Ulama tetap berpandangan bahwa awal Ramadan dan Idul Fitri ditentukan dari hasil rukyah hilal.

Tapi lanjut Yahya, karena ada aturan pemerintah soal sidang isbat, maka NU menyandarkan diri pada hasil sidang tersebut.

“Para Kyai NU bahkan menyatakan tidak boleh mengumumkan pandangan yang berbeda dari pemerintah, kalau sudah ada penetapan isbat dari pemerintah,” jelas Yahya.

Sebelumnya diberitakan, Pimpinan Pusat atau PP Muhammadiyah mengusulkan peniadaan sidang isbat penentuan awal Ramadan. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengkonfirmasi hal ini.

“Dengan tidak diadakan isbat, lebih menghemat anggaran negara yang secara keuangan sedang tidak baik-baik saja,” ucap Mu’ti lewat pesan tertulis kepada Tempo, Sabtu.

Dia menjelaskan, pemerintah menggunakan kriteria MABIMS, yakni kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sehingga Pada saat awal Ramadan, posisi hilal di bawah 1 derajat dan di atas 6 derajat pada saat akhir Ramadan.

“Dengan kriteria itu, hasil isbat sudah dapat diprediksi dengan jelas,” tandas Mu’ti.

Loading

Penulis : Redaksi

Sumber Berita : Tempo.co

Berita Terkait

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Bahagia, Bupati Jeneponto Pimpin Semarak Hari Jadi ke-163
Judi “Gasper” Menggurita di Tanah Jawa: Aparat Diuji, Masyarakat Resah
Manfaatkan Potensi Alam, Situ Batu Mongot Digadang Jadi Ikon Wisata Baru di Kota Tasikmalaya
Pantura Pemalang Kembali Telan Korban Jiwa, Rizal Bawazier Desak Polisi Tindak Tegas Truk Sumbu 3
Otonomi Daerah Jangan Jadi Formalitas: Kendaraan Perusahaan, Pajak Kemana Mengalir?
Kawal Proses PK-2 di Mahkamah Agung, Usut Dugaan ‘Kongkalikong’ Mafia Tanah Tol Cisumdawu
Babak Baru Kasus Pelecehan Pedagang Bakso: Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Kunci
Tergiur Imbalan, Karyawan Swasta di Garut Kota Nekat Jadi Perantara Narkoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:25 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Bahagia, Bupati Jeneponto Pimpin Semarak Hari Jadi ke-163

Minggu, 26 April 2026 - 19:42 WIB

Judi “Gasper” Menggurita di Tanah Jawa: Aparat Diuji, Masyarakat Resah

Minggu, 26 April 2026 - 13:51 WIB

Manfaatkan Potensi Alam, Situ Batu Mongot Digadang Jadi Ikon Wisata Baru di Kota Tasikmalaya

Minggu, 26 April 2026 - 10:49 WIB

Pantura Pemalang Kembali Telan Korban Jiwa, Rizal Bawazier Desak Polisi Tindak Tegas Truk Sumbu 3

Minggu, 26 April 2026 - 10:28 WIB

Otonomi Daerah Jangan Jadi Formalitas: Kendaraan Perusahaan, Pajak Kemana Mengalir?

Berita Terbaru