Tasikmalaya, MNP – Pasca digrebek Dinas Satpol-PP dan Kepolisian, Gudang Panjunan yang menyimpan ribuan miras kembali disatroni masyarakat dari dua kecamatan Bungusari dan Cipedes.
Kedatangan warga dan tokoh masyarakat lantaran merasa resah dengan peredaran minuman keras (Miras) dan menuntut agar tempat yang berada di jalan Djuanda ditutup secara permanen.
Menurut Santo salah satu tokoh masyarakat, Gudang Panjunan sudah melakukan pencemaran lingkungan atas kejadian penggrebekan kamarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, dengan keberadaan Gudang Panjunan sudah meracuni masyarakat kota Tasikmalaya yang dengan sengaja menyebar luaskan minuman beralkohol.
“Kami sebagai warga memohon kepada Bos Panjunan atau Bos miras untuk hadir kepada warga masyarakat sekitar dari dua kecamatan di Kota Tasikmalaya dan meminta pertanggungjawaban atas nama baik lingkungan kami disini,” ucap Santo, Selasa (27/06/2023).
Dengan tegas dirinya mempersilahkan pemilik barang haram datang langsung kepada warga masyarakat, bukan karyawan anda yang menghadap, tapi anda sebagai pemilik Gudang dan juga pemilik Miras harus datangi warga,” tegasnya.
Santo menyebut, apabila tidak mendengar dan tidak kooperatif dalam hal ini, maka masyarakat akan menutup perusahaan Panjunan ini.
“Kami meminta kepada seluruh staf atau karyawan Gudang Panjunan untuk melaporkan kepada Bos kalian supaya datang kepada lingkungan untuk mempertanggung jawabkan masalah ini,” pintanya.
Sementara, ketua RT 02/03 Setiarasa Nurdin mengatakan, masyarakat Gudang Panjunan ini berdekatan dan berdampingan dengan lingkungannya.
Namun, dengan kejadian penggrebekan membuat warga merasa sangat sakit dan marah, karena Gudang Panjunan dijadikan peredaran Miras.
“Karena itu, warga mendesak saya sebagai Ketua RT untuk menanyakan kepihak pemilik gedung, apa sebenarnya terjadi, karena lingkungannya sudah tercemar nama baiknya,” sebut Nurdin.
Menurutnya, bukan hanya lingkungan sekitar yang marah, tetapi semua masyarakat kota Tasikmalaya akan tersinggung.
“Ini temuan paling besar yang ada di kota Tasikmalaya terkait miras, perlu diketahui di Kp Setiarasa setiap hari mengadakan pengajian, tiba tiba dilingkungan kami ada penggerebekan Gudang penyimpangan Miras,” kata dia.
“Belum lagi pas malam menjelang ibadah puasa (Munggahan), banyak pemuda yang menggedor rumah karena menkonsumsi miras dan ini jelas berdampak terhadap lingkungan,” tambahnya.
Bahkan terang Nurdin, Gudang Panjunan juga tidak pernah ada sosial kepada masyarakat, belum lagi permasalahan saluran irigasi sepanjang kurang lebih 200 meter yang melintasi Gudang tersebut sengaja diratakan ini permasalahan yang lain.
“Kami bersama RT dan RW dan juga masyarakat meminta kepada pemerintah kota untuk segera menutup Gudang Panjunan, dan apabila tidak ada tindakan biar warag sekitar yang menutup,” tandasnya. (SN)
![]()









Tinggalkan Balasan