Puluhan Hektare Sawah kini Produktif, Petani di kelurahan Sukamulya sambut baik P3A-TGAI

Rabu, 10 Mei 2023 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI mengeluarkan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Program tersebut sebagai wujud peningkatan jaringan irigasi dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional secara partisipasi masyarakat (Swakelola) sehingga bisa membuka lapangan kerja.

Seperti halnya yang dilakukan P3A Tali Leuwimalang Kelurahan Sukamulya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Pembangunan irigasi ini sangat membantu para petani yang berada di wilayah tersebut.

Salah seorang petani asal kp Leuwimalang Eman (54) mengaku sangat bersyukur karena saluran yang dibangun melalui P3A-TGAI sangat bermanfaat bagi para petani.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR yang telah mengeluarkan program P3A melalui pola pikir (Pokir) anggota DPR-RI dari partai PKS. Sekali lagi terimakasih, sawah seluas 40 hektar kini bisa kembali produktif,” ucapnya, Rabu (10/05).

Berdasarkan Pantauan MNP di lapangan, P3A Tali Leuwimalang sedang melaksanakan kegiatan program P3-TGAI yang berlokasi di daerah Irigasi (DI) Rancatengah Kota Tasikmalaya dengan anggaran sebesar Rp. 195 juta rupiah dari APBN tahun 2023.

Ketua kelompok P3A Tani Leuwimalang (Tali) Undang Sulaeman menyebutkan, warga masyarakat (petani, red) sangat bersyukur, para petani kini tidak khawatir aliran air kini menjadi stabil.

“Apalagi, air yang mengalir di aliran sungai Rancatengah melalui irigasi yang dibangun tidak kekurangan pasokan air,” terangnya.

Terkait pemberitaan yang sempat beredar di salah satu media online, dirinya mengaku itu terkesan sepihak.

“Kami tegaskan Program P3A-TGAI ini bersumber dari anggaran APBN bukan dari anggaran provinsi,” jelasnya.

Adapun, tuduhan dari salah satu media online mengenai pekerjaan yang tidak sesuai Spesifikasi, pihaknya sudah mengerjakan sesuai dengan gambar dan arahan dari pendamping.

“Material pun kita gunakan sesuai ketentuan, tidak menggunakan tanah,” ungkapnya.

Menurut Undang, yang menentukan pekerjaan layak atau tidaknya kewenangannya ada di pengawas dan inspektorat.

“Bahkan pas monitoring dan evaluasi (Monev) dari pihak BBWS pun tidak mengatakan pekerjaan tidak sesuai spek,” imbuh Undang.

Terkait pelaksana tidak ada di lokasi pekerjaan, itu mungkin saja pas ada kunjungan dari publik atau sosial kontrol, pelaksana sedang ada urusan dulu.

“Jadi saya berharap semua pihak mendukung segala program pemerintah demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat,” pungkasnya. (Haris)

Loading

Berita Terkait

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB