Tulang Bawang, MNP – Pembangunan kios kampung yang terletak kp Mulyodadi kecamatan Rawa Pitu kabupaten Tulang Bawang jadi buah bibir di masyarakat.
Pasalnya, proyek yang menelan anggaran Rp 34.676.000 tersebut tidak sesuai dengan hasil bangunan kios, sehingga diduga kuat hanya jadi ajang menghamburkan uang negara.
Menurut salah seorang warga setempat mengatakan, dirinya heran dengan bangunan kios dari anggaran dana desa tahun 2023 itu. Sebab, jika dilihat dari pagu nilai pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya bang, itu bangunan kok seperti itu, karena dengan anggaran dana desa yang menelan Rp sekitar 34 jutaan lebih tapi kok bangunan mengunakan GRC dan tidak sesuai spek standar pekerjaan, itu pasti untung banyaknya pak lurahnya,” kata warga yang enggan disebutkan namanya itu, Kamis (06/04/2023).
Sumber pun menyentil visi misi Johanes Rudiarto sang Kepala Kampung Mulyodadi sebelum menjadi lurah yang katanya ingin membangun kampung.
“Membangun kampung yang mana, itu namanya ingin memperkaya diri sendiri melalui dana desa. Membangun kampung kok kaya gitu,” cetus sumber dengan nada minor.
Warga menduga kepala kampung yang akrab disapa Johanes ini mencari keuntungan berjamaah dengan modus Mark-up. Bahkan, baru pertama di kabupaten Tulang Bawang, bangunan dari sumber dana desa seperti itu, tidak mengunakan bahan material bata.
“Kami sebagai warga, dengan adanya permasalahan ini agar pihak terkait seperti Inspektorat dan DPMD Kabupaten Tulang Bawang agar turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti,” pinta sumber.
Sementara itu, ketika wartawan akan mengkonfirmasi Lurah Johanes Rudiarto di balai Kampung Mulyodadi sedang tidak berada ditempat.
Padahal belum lama ada kegiatan pembagian BLT Dan Desa, yang disinyalir Johanes sengaja menghindar dari awak media saat mau diminta klarifikasi.
Guna berimbangnya pemberitaan, media ini menanyakan temuan tersebut ke Sekretaris Desa Mulyodadi (Carek, red) yang kebetulan ngantor.
“Pembangunan satu Kios Kampung/Desa Mulyodadi tersebut bervolume 4,5 x 8 m menghabiskan anggaran Rp 34.676.000 utu dibangun dari anggaran Dana Desa Tahun 2023,” ucap pria yang akrab disapa Huda ini.
Dia menjelaskan, kas Kampung Mulyodadi mempunyai dana Silva tahun 2022 dengan total dana hampir Rp 35 juta dan pekerjaan itu (Kios) memakai jasa konsultan dan pelaksana.
“Dilihat saja sendiri bang (hasil bangunan kios, red),” tutup Pak Carek saat disinggung isu terkait polemik bangunan tersebut. (Hidayat).
![]()









Tinggalkan Balasan