Tulang Bawang, MNP – Kampung Rejosari Kecamatan Penawartama kabur Tulang Bawang kerap mendapat kucuran anggaran dari pemerintah, mulai dari APBD sampai APBN berupa dana desa.
Selain itu, Kampung Rejosari juga mendapat bantuan dari pemerintah daerah, baik berupa fisik maupun non fisik.
Namun, yang menjadi perhatian oleh para awak media adalah pengelolaan Dana Desa di Kampung Rejosari yang diduga berbau korupsi dalam realisasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang jadi sorotan tiap tahunnya Nano Alamsyah kepala kampung Rejosari menganggarkan rumah adat, tidak direalisasikan, tapi badan usaha kampung bungkam, sehingga tidak tahu kemana dananya.
Warga meminta agar kepala kampung Nano Alamsyah agar bisa lebih transparan dalam pengelolaan dana desa, yaitu memberikan keterangan tentang Dana Desa lewat baligo atau papan baner.
Pasalnya, di zaman ini siapapun boleh mengakses bantuan pemerintah sebagai kontroling yang dituangkan dalam UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Sampai berita ini diterbitkan kepala kampung Nano Alamsyah belum bisa dikonfirmasi, baik secara langsung maupun lewat via telepon dan WhatsApp. Sebab, setiap kali di telepon selalu tidak pernah diangkat dan kosong.
Apabila didatangi kerumah, ibunya selalu bilang Nano sedang keluar dengan alasan bapak sedang tidak ada di kantor maupun di rumah, semua terkesan menghindar dari awak media.
Saat awak media berkunjung di balai kampung guna untuk konfirmasi ke kepala kampung Nano Alamsyah tapi tidak ngantor hanya ada sebagian aparatur. Diduga Nano ini jarang ngantor hanya makan gaji buta.
Beberapa Minggu kebelakang, awak media sempat bertemu Pak Ihm Ketua Gapoktan untuk menanyakan jalan usaha tani.
“Itu begini ms, jalan itu kita kerjakan tekor jadi kata pak lurah nano yang akrap di sapa, biarkan saja, kok begitu ya saya ngikut pak lurah,” ujar Ihm. (Hidayat)
![]()









Tinggalkan Balasan