BARITO TIMUR, MNP – Rangkaian kegiatan Bartim Expo telah usai dilaksanakan, namun sejumlah catatan penting masih mencuat dan menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan.
Salah satunya disampaikan oleh T. Bodowo, tokoh masyarakat yang turut berjuang dalam proses pemekaran dan pembangunan Kabupaten Barito Timur.
Kepada media ini, Bodowo mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kinerja panitia penyelenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, ajang yang berlangsung selama satu pekan tersebut justru menyisakan berbagai keluhan yang seharusnya tidak terjadi.
“Sebuah ajang pameran seyogyanya menjadi wadah utama untuk menonjolkan potensi daerah di berbagai bidang, mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hingga pelaku seni baik seni ukir, pahat, lukis, tarian, musik, dan berbagai kesenian lainnya,” ujar Bodowo, Minggu (16/08/2026).
Namun kenyataannya, lanjut dia, berbagai potensi unggulan masyarakat daerah justru belum mendapatkan ruang yang layak.
Akibatnya, para pelaku UMKM, seni, dan budaya belum bisa benar-benar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.
Padahal, Bartim Expo jelas ditetapkan sebagai barometer atau indikator kemajuan dan gambaran potensi yang dimiliki Barito Timur.
Oleh sebab itu, seharusnya potensi asli daerahlah yang menjadi dominan ditampilkan kepada publik.
“Bartim Expo adalah panggungnya masyarakat Barito Timur. Mereka yang memiliki talenta menari, bermain musik, bernyanyi, serta pelaku seni lainnya dan pelaku UMKM, harusnya diakomodir dengan sebaik-baiknya. Berikan mereka ruang yang cukup dan adil, jangan sampai mereka justru terbebani dengan biaya sewa tenda, penentuan lokasi, maupun syarat-syarat lain yang memberatkan,” tegasnya.
Terkait hal tersebut, Bodowo menegaskan perlunya dilakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap pelaksanaan Bartim Expo.
Dengan demikian, kekurangan yang terjadi saat ini dapat diperbaiki, sehingga penyelenggaraan di masa mendatang dapat berjalan lebih baik, lebih bermartabat, dan benar-benar menjadi milik seluruh masyarakat Barito Timur.
Selain terkait pengakomodiran potensi daerah, Bodowo yang mengaku baru mengetahui berakhirnya ajang ini belakangan, turut mengingatkan sejarah lahirnya Kabupaten Barito Timur.
Menurutnya, daerah ini berdiri atas dasar semangat dan keinginan kuat seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang maju dan sejahtera.
Berkat perjuangan panjang tim pemekaran yang terdiri dari berbagai tokoh lintas golongan, akhirnya Barito Timur resmi menjadi daerah otonom.
“Sebagai wujud rasa terima kasih dan apresiasi yang pantas, di pelaksanaan Bartim Expo tahun mendatang, panitia diharapkan dapat mengundang para tokoh pendiri dan pejuang pemekaran Barito Timur untuk hadir dalam setiap rangkaian kegiatan, baik pada saat pembukaan maupun penutupan acara,” pungkas Bodowo.
![]()
Penulis : Adi Suseno
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan