TASIKMALAYA, MNP – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, berlangsung tanpa kehadiran satu pun anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Selasa (20/01/2026).
Meski tidak dihadiri wakil rakyat, acara yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Sukalaksana ini tetap berjalan khidmat dengan dihadiri Camat, Lurah, perwakilan Bappelitbangda, serta berbagai elemen masyarakat mulai dari RT, RW, hingga tokoh agama.
Isu infrastruktur menjadi “bom waktu” yang meledak dalam forum tersebut. Kasipem Trantibum Sukalaksana, Asep Roni, S.IP., mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi jalan di jalur utara (Cibatu, Bengkok, Cinangsi, hingga Cipeteuy).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalan tersebut yang menjadi rute angkutan material sejak meletusnya Gunung Galunggung tahun 1982 tersebut kini dalam kondisi hancur berat.
“Ketidaknyamanan warga akibat rusaknya jalan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. Penyumbang utama kerusakan adalah angkutan over kapasitas yang intensitasnya sangat tinggi. Kami mendorong pemerintah pusat, provinsi, dan kota untuk membangun jalan dengan kualitas yang memadai,” ujar Asep Roni.
Ia menambahkan, dampak jalan rusak ini sangat sistemik; mulai dari menghambat distribusi hasil tani, pemborosan bahan bakar, hingga masalah kesehatan akibat debu dan kebisingan yang mengganggu stabilitas emosional warga.
Ketua LPM Kelurahan Sukalaksana, Emas Mulyadi, menyatakan bahwa meski undangan telah dilayangkan kepada seluruh anggota dewan Dapil 1, tidak ada satu pun yang hadir.
Ia menduga para wakil rakyat lebih memprioritaskan agenda kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang sedang berada di Kota Tasikmalaya.
“Kami memaklumi mungkin agenda dewan sangat padat mendampingi kunjungan Wapres. Namun, kami sangat berharap partisipasi dan bantuan nyata dari para wakil rakyat Dapil 1. Tolong realisasikan pembangunan prioritas kami, terutama jalan dari RW 10 sampai RW 4 yang sudah lama hancur,” tegas Emas.
Selain jalan, warga juga mengusulkan pembangunan Posyandu dan perbaikan irigasi pertanian yang kini banyak yang jebol dan memicu banjir di areal persawahan.
Lurah Sukalaksana, Rifa Martina, S.Sos., menyatakan bahwa seluruh usulan masyarakat, terutama jalan gang pemukiman dan Posyandu, akan diselaraskan dengan program unggulan Walikota.
Senada dengan Lurah, Asep Roni menyebutkan bahwa estimasi biaya untuk perbaikan jalan utama mencapai sekitar Rp4 miliar lebih. Ia berharap absennya dewan secara fisik tidak memutus aliran aspirasi melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan nantinya.
“Kami harap bapak-bapak dewan tetap bisa menerima informasi aspirasi ini secara tertulis. Jangan sampai saat warga merasakan kesulitan, wakil rakyat tidak hadir atau tidak peduli, karena itu akan menimbulkan preseden buruk ke depannya,” pungkas Asep Roni.
Forum Musrenbang ditutup dengan harapan besar agar draf usulan Sukalaksana dapat dikawal ketat di tingkat kecamatan hingga tingkat kota, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di pinggiran utara Kota Tasikmalaya.
![]()
Penulis : Momon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan