TASIKMALAYA, MNP – TP PKK Kecamatan Bungursari menggelar sosialisasi intensif Aplikasi SIKAWAN PKK (Sistem Informasi Dasa Wisma Andalan PKK) di Aula Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Kamis (30/04/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat akurasi data keluarga sekaligus mempercepat transformasi digital di tingkat dasa wisma.
Aplikasi SIKAWAN PKK merupakan inovasi unggulan yang telah diluncurkan sejak Desember tahun lalu oleh Penjabat Wali Kota Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aplikasi ini dirancang khusus untuk memudahkan kader dasa wisma dalam melaporkan data rumah tangga secara real-time dan terintegrasi.
Tenaga Komputer Ahli Pertama dari Diskominfo Kota Tasikmalaya, Dendi Fajar Jaman, STR., Kom., yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan pelaporan data ke tingkat nasional.
“Dengan SIKAWAN PKK, proses pelaporan pendataan menjadi lebih mudah. Ini bukan sekadar digitalisasi, tapi juga mempermudah analisis program PKK. Kami melihat kader di Kecamatan Bungursari sudah cukup mengerti cara penggunaannya, tinggal melanjutkan progres pendataannya,” ujar Dendi.
Ia juga menambahkan bahwa sistem ini memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara luas, tidak hanya di Kota Tasikmalaya tetapi juga di kota-kota lainnya sebagai model pendataan warga yang efektif.
Ketua TP PKK Kecamatan Bungursari, Nina Maulina, S.Pd., mengungkapkan bahwa sosialisasi ini sangat krusial mengingat progres penginputan data di wilayahnya saat ini baru mencapai 11 persen dari keseluruhan Kepala Keluarga (KK).
“Sejak diluncurkan pada 2025 hingga sekarang, progresnya terus berjalan namun perlu ditingkatkan. Hari ini kami kumpulkan kader dasa wisma dari setiap kelurahan agar mereka lebih masif lagi melakukan penginputan,” jelas Nina.
Menurutnya, aplikasi ini mencakup pendataan yang sangat detail terkait kondisi keluarga di setiap rumah, mulai dari jumlah anggota keluarga, fasilitas jamban, akses air bersih, hingga keberadaan lansia maupun balita.
“Tujuan akhirnya adalah agar data yang diinput oleh kader bisa langsung dipantau oleh akun kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota. Dengan begitu, pemerintah bisa melihat dengan jelas bagaimana kondisi nyata warga di lapangan,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan para kader dasa wisma sebagai ujung tombak pendataan di kelompok 10-20 KK dapat bekerja lebih optimal.
Keakuratan data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan penting bagi pengambilan kebijakan dan intervensi program pemerintah di masa mendatang.
![]()
Penulis : Momon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan